// <![CDATA[MODIFIKASI SISTEM DISTRIBUSI UAP PADA ALAT PENYULINGAN MINYAK ATSIRI BERBAHAN BIJI, UMBI, DAN KAYU]]> Rijal Fauzi (14-2005-030) Penulis Martin Surya Gunawan (14-2005-028) Dosen Pembimbing 1 Jono Suhartono, M.T Antonius Dian Adhy Feryanto, S.T
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman sumber daya alam yang berpotensi untuk diolah menjadi suatu produk bermanfaat dan bernilai jual, salah satunya adalah minyak atsiri. Minyak atsiri merupakan material yang sangat penting dalam industri pewangi, kosmetik, farmasi, dan makanan. Minyak atsiri dapat diisolasi dari aneka bahan tanaman meliputi bagian daun, biji, akar, umbi, kulit kayu, batang, bunga, serta kayu. Minyak atsiri dihasilkan melalui proses penyulingan/distilasi uap bahan-bahan tanaman tersebut. Meskipun secara prinsip proses yang dilakukan untuk memperoleh minyak atsiri dari beragam jenis dan bagian tanaman adalah sama, tetapi ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi perolehan (rendemen) minyak atsiri, salah satunya adalah distribusi uap di dalam ketel suling. Densitas bulk bahan baku yang besar pada penyulingan menggunakan bahan biji-bijian dan umbiumbian mengakibatkan terjadinya saluran uap (rat holes) sehingga distribusi uap tidak merata dan akan berpengaruh terhadap waktu penyulingan dan rendemen minyak. Tujuan penelitian ini adalah memecahkan permasalahan distribusi uap yang tidak merata pada proses penyulingan bahan biji, akar, dan umbi dengan cara memodifikasi sistem distribusi uap pada alat penyulingan untuk bahan tersebut sehingga biaya operasional berkurang dan rendemen minyak meningkat. Data yang diamati adalah waktu penyulingan, bahan bakar yang dihabiskan dan rendemen minyak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi pada sistem distribusi uap untuk penyulingan biji pala dan kulit kayu manis berhasil meningkatkan perolehan minyak, mempersingkat waktu penyulingan, dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Hasil terbaik ditunjukkan pada modifikasi arah aliran uap dari atas ke bawah. Namun, ketiga modifikasi tersebut tidak tidak memberikan hasil yang signifikan pada proses penyulingan lajagowa.