// <![CDATA[BLEACHING MINYAK DEDAK PADI SECARA ADSORPSI DENGAN METODE BATCH]]> Jono Suhartono, ST., MT. IRFANI SEPTIANA A ( 14.2005.014 ) Penulis DESTRIANA (14.2005.038 ) Dosen Pembimbing 1 DESTRIANA (14-2005-038) Dosen Pembimbing 1
Indonesia merupakan penghasil gabah terbesar ketiga setelah Cina dan India. Dalam sepuluh tahun terakhir, produksi gabah kering giling di Indonesia rata-rata mencapai 50 juta ton per tahun. Penggilingan gabah dalam jumlah tersebut sekaligus menghasilkan dedak padi kira-kira 5 juta ton pertahun, dan menghasilkan minyak sebesar 0,3 – 1,1 juta ton per tahun. Minyak dedak padi umumnya digunakan sebagai minyak goreng untuk deep fryng maupun stir frying. Minyak dedak juga dapat digunakan sebagai snack, margarine, dan anti oksidan karena mengandung orizanol dan tokotrienol. Pada percobaan kali ini akan diteliti pengaruh adsorbent arang tulang terhadap pemucatan minyak dedak. Adapun rangkaian proses yang akan dilakukan meliputi proses ekstraksi, degumming, netralisasi dan bleaching. Pada proses ekstraksi akan digunakan nheksan sebagai pelarut, dan dengan perbandingan dedak padi terhadap n-heksan adalah 1 : 4. Variasi yang dilakukan pada penelitian kali ini adalah variasi kecepatan pengadukan (250; 500; 1000 rpm) dan variasi rasio masa arang tulang terhadap minyak dedak (1:2;1:3;1:4;1:5;1:6). Hasil terbaik yang didapat dari penelitian bleaching minyak dedak padi ini yaitu pada variasi jumlah arang tulang terhadap minyak dedak padi 1:2 dengan kecepatan pengaduk 500 rpm, yaitu dengan nilai absorbansi 0.07, nilai indeks bias 1.4706, dan nilai densitas 0.9496.