// <![CDATA[PEMBUATAN BIOETANOL DARI BAHAN BERBASIS SELULOSA]]> Ronny Kurniawan, S.T., M.T. Haryono, S.T., M.T. ANI NURHAYANI / 14.2005.010 Penulis DIAN AGUS SOVIYANI / 14.2005.031 Dosen Pembimbing 1
Indonesia merupakan negara agraris dengan sumber daya alam nabati yang melimpah. Komoditas sumber daya alam tersebut contohnya adalah kacang kedelai dan ubi kayu. Kacang kedelai banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri tahu dan ubi kayu banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri tepung tapioka. Dari industriindustri tersebut selain menghasilkan tahu dan tepung tapioka juga menghasilkan limbah padat. Di dalam limbah padat tersebut masih banyak mengandung selulosa sehingga dapat dipertimbangkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Proses pembuatan bioetanol secara umum mencakup empat rangkaian proses, yaitu pengolahan awal, hidrolisis, fermentasi, dan pemurnian. Pada penelitian ini yang menjadi pusat kajian adalah tahap hidrolisis. Hidrolisis dilakukan dengan menggunakan asam sulfat sebagai katalis. Sedangkan bahan baku yang digunakan adalah limbah padat industri tahu dan limbah padat industri tepung tapioka. Hidrolisis dilakukan dengan sebuah reaktor yang dilengkapi dengan labu bulat leher tiga, kondensor, motor pengaduk, dan termometer. Analisis kadar glukosa pada hasil hidrolisis dilakukan dengan refraktometer. Penelitian ini mempelajari pengaruh rasio bahan baku pada variasi rasio 1:8, 1:10, 1:12 b/v dengan bahan baku berupa ampas tahu dan ampas tepung tapioka. Kondisi hidrolisis terbaik ditentukan berdasarkan pada konsentrasi glukosa tertinggi pada setiap bahan baku. Konsentrasi glukosa tertinggi pada penelitian ini terjadi pada rasio 1:12 b/v untuk bahan ampas tahu yaitu sebesar 46 % dan pada rasio 1:10 untuk bahan ampas tepung tapioka dengan konsentrasi glukosa sebesar 51%. Hasil glukosa terbaik kemudian diproses ke tahap fermentasi dan pemurnian. Pengolahan lanjut terhadap glukosa dari ampas tahu diperoleh etanol dengan konsentrasi 2,63%, sedangkan etanol dengan bahan baku dari ampas tepung tapioka diperoleh sebesar 5,26%.