// <![CDATA[PENINGKATAN SIFAT ANTIAUS PELUMAS BIOBASED]]> Marthen Luther Doko, Ir., MT. AHMAD SIDDIK (14.2006.010) Penulis SAYD RACHMADIYAN FAHLEVI (14.2006.010) Dosen Pembimbing 1 Dicky Dermawan, ST., MT.
Pelumas merupakan suatu bahan yang digunakan untuk memisahkan suatu permukaan yang melakukan gerak relatif terhadap permukaan lainnya untuk mengurangi terjadinya gesekan. Pelumas dapat dibuat dari bahan-bahan terbaharukan yang disebut dengan biobased, salah satunya adalah pelumas berbasis ester. Meskipun performa ester sudah cukup baik, sifat antiaus ester perlu ditingkatkan dengan cara menambahkan aditif antiwear agent pada pelumas. Aditif yang akan digunakan merupakan aditif-aditif yang mewakili dari kelompok senyawa sulfur, phosporus, nitrogen dan senyawa lainnya. Pelumas yang sudah diberi aditif kemudian diuji dengan menggunakan alat uji mesin Four Ball Wear Test (ASTM D-2783 dan ASTM D-4172). Parameter uji yang akan dihasilkan adalah Wear Scar Diameter(WSD), Load Wear Index (LWI) dan welding point. Ketahanan oksidasi pelumas tersebut juga akan diuji secara terpisah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan formulasi aditif yang mengandung dibuthylphosphite dan kombinasinya memberikan nilai WSD yang sudah komparabel dengan pelumas komersial. Nilai Load Wear Index mengalami perbaikan, namun formulasi ini bersifat korosif terhadap besi dan tembaga.