// <![CDATA[PEMBUATAN XILOSA SEBAGAI PEMANIS BUATAN DARI TONGKOL JAGUNG]]> I. RYMA DEWI OCTAVIANI (14.2006.036) II. ELSYA DIANA (14.2006.037) Dosen Pembimbing 1 Sirin Fairus, S.Tp., MT Haryono, ST., MT
Salah satu pemanis altenatif pengganti sukrosa adalah xilosa. Xilosa merupakan bahan pemanis yang memiliki sifat sangat baik bagi pengembangan produk pangan maupun produk farmasi. Tongkol jagung merupakan salah satu sumber penting xilosa karena kandungan xilannya mencapai 12,4 – 12,9% Xilosa dapat diperoleh dari hasil pengolahan xilan melalui hidrolisis menjadi xilosa. Keberhasilan reaksi hidrolisis xilan menjadi xilosa dipengaruhi oleh beberapa parameter operasi, seperti jenis bahan baku, bahan penghidrolisis, rasio bahan baku terhadap bahan penghidrolisis, temperatur dan tekanan operasi, konsentrasi bahan penghidrolisis dan waktu. Pembuatan xilosa pada penelitian ini dilakukan melalui empat tahap kegiatan yaitu : perlakuan awal bahan baku, hidrolisis, pemurnian hasil, dan analisis produk. Bahan baku yang digunakan sebagai sumber xilan adalah tongkol jagung. Kondisi optimum berupa rasio bahan baku terhadap bahan penghidrolisis dan temperatur untuk tahap hidrolisis dengan memvariasikan konsentrasi asam sulfat yaitu 2%, 2,5%, 3%, dan 3,5% dan waktu hidrolisis 30, 40, 50, dan 60 menit untuk memperoleh kondisi terbaik. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah kondisi optimal untuk dapat menghasilkan kualitas xilosa yang baik dengan biaya yang ekonomis. Salah satu parameternya adalah rendemen dari xilosa. Dari hasil pecobaan rendemen tertinggi didapatkan dari kondisi optimum pada konsentrasi 2,5% H2SO4 (v/v) dengan waktu hidrolisis selama 50 menit yaitu dengan kandungan xilosa sebesar 28,71 gr/L (atau 14,97 gr/L sebelum sampel diuapkan).