// <![CDATA[STADION SEPAK BOLA DAN ASRAMA “LUMBUNG HEULANG” KABUPATEN BANDUNG BARAT]]> FENDY GUSTYA SUWARDANA PRATAMA / 21 2007 054 Penulis Ir. Dwi Kustianingrum, MT. Dosen Pembimbing 2 Nur Laela Latifah, ST., MT. Dosen Pembimbing 1
Perkembangan olahraga sepakbola di Indonesia telah banyak memperlihatkan kemajuan potensial baik bagi para atlet maupun organisasi persepakbolaan di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari maraknya kompetisi pertandingan sepakbola yang sering disiarkan di media saat ini. Fenomena ini menandakan bahwa pemerintah Indonesia juga memperhatikan perkembangan dunia olahraga Indonesia. Pembuktian perhatian pemerintah terhadap olahraga sepakbola terlihat dari fasilitas yang dibangun demi kepentingan dan kemajuan sepakbola di Indonesia. Pembangunan stadion tidak hanya dilakukan untuk tingkat nasional saja, tetapi di wilayah-wilayah regional turut dilaksanakan sebagai sarana peningkatan olahraga masyarakat. Wilayah regional yang saat ini sedang merencanakan sarana olahraga stadion adalah Kabupaten Bandung Barat. Pembangunan stadion di Kabupaten Bandung Barat mengacu pada misi pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang ingin meningkatkan kualitas aktivitas olahraga yang diarahkan pada olahraga prestasi serta meningkatkan peran olahraga dalam pembangunan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat. Faktor lain yang mendorong pembangunan stadion yaitu atlet atletik profesional di Kabupaten Bandung Barat membutuhkan sebuah sarana yang layak dan lengkap sebagai tempat untuk berlatih dan berlomba. Di samping membangun stadion, Kabupaten Bandung Barat juga merencanakan asrama atlet sebagai tempat menginap para atlet selama mereka mempunyai jadwal bertanding di stadion. Stadion dan asrama atlet di Kabupaten Bandung Barat merupakan proyek yang akan dikerjakan sebagai pemenuhan proyek Tugas Akhir Jurusan Teknik Arsitektur Itenas. Dalam kajian Tugas Akhir ini, judul yang dipilih adalah “Stadion Lumbung Heulang Kabupaten Bandung Barat”. Tujuan tugas akhir yaitu merencanakan stadion untuk fungsi sepak bola dan atletik berskala propinsi yang termasuk kategori stadion tipe B dengan kapasitas ± 30.000 penonton dan mendesain sebuah asrama atlet.