// <![CDATA[PENGENDALIAN KOROSI DENGAN METODA INHIBITOR PADA TANGKI PENAMPUNG KONDENSAT LNG]]> I. ERWIN FERDIAN (14.2004.004) II. RIZALY ARIFIN (14.2005.034) Dosen Pembimbing 1 S. Juhanda, Ir., M.Eng. Marthen Luther Doko, Ir., M.T.
Korosi adalah proses terdegradasinya material logam akibat berinteraksi dengan lingkungan. Pada umumnya peristiwa korosi tidak dapat dihindarkan, namun dapat dikendalikan lajunya. Penambahan inhibitor merupakan salah satu cara pengendalian korosi. Dalam penelitian ini digunakan pengendalian korosi dengan metoda inhibitor pada tangki penampung kondensat LNG (Liquefied Natural Gas) yang terbuat dari baja karbon (HQ 760 Normalized/ AISI 1045) dalam lingkungan larutan NaCl 1000 ppm. Perhitungan laju korosi dilakukan berdasarkan dua pengujian korosi, yaitu kehilangan berat dan Polarisasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terjadi penurunan laju korosi baja karbon dalam larutan NaCl 1000 ppm dengan adanya penambahan inhibitor. Nilai laju korosi terendah yang diperoleh untuk jenis inhibitor ini terjadi pada penambahan 1.5% konsentrasi inhibitor, yaitu sebesar 0.035 mm/th dengan efisiensi inhibitor sebesar 78.373% dari pengujian kehilangan berat. Melalui pengujian polarisasi didapatkan laju korosi sebesar 7.153 μm/th dengan efisiensi inhibitor sebesar 87.676% pada penambahan konsentrasi inhibitor 0.5%; Untuk jenis inhibitor Na2CrO4, pada penambahan 1.5% konsentrasi inhibitor diperoleh laju korosi sebesar 0.026 mm/th dengan efisiensi inhibitor sebesar 83.887%, dari pengujian kehilangan berat. Pada pengujian polarisasi diperoleh laju korosi sebesar 3.725 μm/th dengan efisiensi inhibitor sebesar 93.582% pada penambahan konsentrasi inhibitor 1.5%; Untuk jenis inhibitor Na3PO4, pada penambahan 1.5% konsentrasi inhibitor sebesar 0.069 mm/th dengan efisiensi sebesar 56.866% dari pengujian kehilangan berat. Sedangkan melalui pengujian polarisasi diperoleh laju korosi sebesar 39.23μm/th dengan efisiensi inhibitor sebesar 32.409% pada penambahan konsentrasi inhibitor 1.5%.