// <![CDATA[BLEACHING MINYAK DEDAK PADI MENGGUNAKAN ARANG TULANG DALAM KOLOM FIXED BED :]]> I. FLENTI AYUINA P / 14.2007.001 II. ARIANI MUHTAROMAH / 14.2007.017 Dosen Pembimbing 1 Jono Suhartono, S.T., M.T Carlina Noersalim, Ir., M.T.
Indonesia merupakan penghasil gabah terbesar ketiga setelah Cina dan India. Penggilingan gabah dalam jumlah tersebut sekaligus menghasilkan dedak padi kira-kira 5 juta ton pertahun, dan menghasilkan minyak sebesar 0,3 – 1,1 juta ton/tahun. Minyak dedak padi umumnya digunakan sebagai minyak goreng untuk deep fryng maupun stir frying. Minyak dedak juga dapat digunakan sebagai snack, margarine, dan anti oksidan karena mengandung orizanol dan tokotrienol. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mempelajari potensi tulang arang sebagai adsorben. Proses yang dilakukan adalah fixed bed adsorption pada berbagai kondisi, yang meliputi variasi tinggi unggun dan laju alir umpan. Selain itu juga mempelajari karakteristik kurva breakthrough dari proses adsorpsi. Untuk memenuhi tujuan tersebut maka dibuat variasi terhadap parameter penelitian yaitu tinggi partikel unggun 2, 4, 6 dan 8 cm dengan laju alir 4 ml/menit. Minyak dedak yang akan digunakan pada proses bleaching pada penelitian ini merupakan hasil dari ekstraksi, serta telah melalui tahap degumming dan netralisasi. Dari data hasil penelitian yang didapatkan minyak dedak padi dapat memenuhi syarat SNI 0610-1989-A terlihat dari nilai indeks bias dan densitas. Hal ini menunjukan bahwa arang tulang dapat digunakan sebagai adsorbent untuk bleaching minyak dedak padi.