// <![CDATA[PRODUKSI ETANOL SECARA CONTINUE DENGAN SEL TERTAMBAT MENGGUNAKAN BIOREACTOR TOWER FLUIDIZED BED]]> I. MELATI SEPTIYANTI / 14.2007.003 II. YUDITHA RESGIANTY / 14.2007.019 Dosen Pembimbing 1 Ronny Kurniawan, S.T., M.T. S. Juhanda Ir., M.Eng.
Kebutuhan etanol di Indonesia meningkat setiap tahunnya karena kegunaan etanol yang sangat luas. Salah satunya adalah sebagai pencampur bahan bakar yang berasal dari bahan baku yang terbarukan. Industri etanol yang sedang dikembangkan adalah etanol yang dihasilkan dari proses fermentasi (bioetanol). Etanol atau ethyl alcohol (C2H5OH) merupakan senyawa organik yang sangat penting dalam industri kimia dan memiliki cukup banyak manfaat dalam kehidupan manusia Oleh karena itu dibutuhkan inovasi teknologi fermentasi etanol yang dapat menghasilkan produk yang baik secara kualitas dan kuantitas. Pembuatan etanol dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara sintetik melalui reaksi kimia dan secara fermentasi melalui aktivitas mikroorganisme. Kesulitan yang sering dijumpai dalam proses fermentasi yaitu pemisahan produk dari mikroorganisme yang digunakan. Metode sel tertambat (Immobilized cell) dianggap dapat mengatasi masalah tersebut, dan penggunaan batu apung sebagai media penambat dapat dijadikan alternatif. Proses fermentasi dapat dilakukan dengan bioreactor tower baik fixed bed maupun fluidized bed. Proses fermentasi dengan fluidized bed memilki keuntungan yaitu sel ragi tertambat bersifat dinamis sehingga memungkinkan kontak dengan substrat lebih banyak dan perpindahan panas yang terjadi lebih merata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi terbaik berdasarkan konsentrasi etanol, produktivitas etanol serta yield etanol yang dihasilkan pada proses fermentasi glukosa secara continue pada bioreactor tower fluidized bed dan menggunakan ragi Schizosacharomyces pombe ditambatkan pada media penambat yaitu berupa batu apung. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan ukuran batu apung, yaitu 8/12, 18/20 dan 30/40 mesh dan waktu fermentasi 2 hari. Proses fermentasi berlangsung dalam kondisi anaerob pada temperatur 34°C, pH 4,5, konsentrasi glukosa 150 g/L waktu tinggal substrat 48 jam dan tinggi hamparan batu apung 20 cm. Berdasarkan konsentrasi, produktifitas dan yield etanol yang dihasilkan, kondisi terbaik pada penelitian ini terjadi pada ukuran batu apung 30/40 mesh yang menghasilkan konsentrasi etanol sebesar 16,41 %, produktifitas etanol sebesar 2,715 g/L.jam, dan % yield etanol sebesar 4,3.