// <![CDATA[PENGOLAHAN LIMBAH PESTISIDA DENGAN CARA ADSOPSI]]> I. GITHA NOVITASARI / 14.2007.007 II. NABILA WULANDARI / 14.2007.026 Dosen Pembimbing 1 S. Juhanda, Ir., M.Eng. Marthen Luther Doko, Ir.
Limbah industri merupakan hasil samping dari kegiatan industri. Bentuk limbah itu dapat berupa padatan, cairan, atau gas. Meskipun demikian pencemaran yang diakibatkan limbah industri sebagian besar adalah pencemaran air. Hal ini disebabkan air merupakan media akhir dari segala bentuk limbah industri. Salah satu industri yang menghasilkan limbah cair yang berbahaya adalah limbah industri pestisda. Limbah ini mempunyai toksisitas yang tinggi sehingga apabila dibuang langsung ke perairan bebas akan membahayakan lingkungan. Untuk menghindari terjadinya pencemaran yang diakibatkan kegiatan industri pestisida, maka perlu dilakukan usaha-usaha untuk mengolah limbah pestisida sebelum dibuang ke alam bebas. Pengolahan limbah pestisida dapat dilakukan dengan beberapa cara, akan tetapi dalam penelitian ini akan dipelajari pengolahan limbah tersebut dengan cara adsorpsi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh beberapa parameter operasi, seperti pH, jenis adsorben, laju alir, dan jenis pestisida terhadap efektifitas proses adsorpsi yang dinyatakan dengan penurunan konsentrasi pestisida dalam efluen serta menentukan konstanta laju perpindahan massa (K) dan kapasitas jerap adsorben (qo) untuk beberapa jenis pestisida. Percobaan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu secara batch dan kontinyu. Tujuan dari sistem batch adalah mengetahui karakteristik adsorbat dan adsorben yang dinyatakan dalam hubungan penurunan adsorbat dan berat adsorben. Penentuan konstanta laju perpindahan massa (K) dan kapasitas jerap adsorben (qo) dalam proses adsorpsi didapatkan dari percobaan secara kontinyu berdasarkan rumus Thomas. Variabel penelitian dalam proses batch adalah variasi pH, jenis adsorben, konsentrasi dan jenis pestisida. Sedangkan variabel dalam proses kontinyu adalah jenis adsorben, jenis pestisida dan laju alir. Hasil dari penelitian secara batch diperoleh karakteristik adsorpsi sebagai berikut, nilai K 10-4 – 10-23 dan n sebesar 0,45-0,08. Hasil penelitian secara kontinyu diperoleh nilai K 0,06-0,33, dan qo 1,5-0,4 (gr/gr).