// <![CDATA[PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DENGAN TEKNOLOGI MICROWAVE PYROLYSIS]]> I. GIFFI ABDURRAHMAN / 14.2007.020 II. ADITYA SUFTANDAR / 14.2007.027 Dosen Pembimbing 1 Salafudin, S.T., M.Sc. Jono Suhartono, S.T., M.T.
Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini semakin meningkat. Mulai dari teknologi rumahan hingga teknologi di dunia industri. Perkembangan yang terjadi ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan energi dan juga jumlah sampah yang dihasilkan semakin meningkat. Salah satu cara untuk menanggulangi permasalahanpermasalahan tersebut yaitu dengan memanfaatkan teknologi microwave pyrolysis. Microwave pyrolysis merupakan dekomposisi termal dari material organik yang menggunakan panas tanpa oksigen atau sedikit oksigen dan juga dengan bantuan microwave. Proses ini mengubah sampah organik menjadi char yang memiliki nilai energi yang sama dengan nilai energi pada batu bara level rendah sampai level menengah. Pada proses microwave pyrolysis ini terjadi perubahan secara fisika dan kimia. Perubahan fisika yang terjadi meliputi pelunakan, pengembangan, dan pemadatan kembali. Sedangkan pada perubahan kimia terjadi perengkahan, depolimerisasi, dan kondensasi. Proses ini secara keseluruhan dilakukan dengan cepat dan pada sistem batch yang teratur serta dilakukan dengan bantuan microwave oven sebagai tempat terjadinya proses. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sampah organik terbaik yang dijadikan bahan baku berdasarkan nilai energi dari char yang dihasilkan dengan proses pyrolysis menggunakan microwave. Variasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu variasi sampah yang terdiri dari sampah pasar, sampah kantin, sampah kebun, dan sampah serbuk gergaji. Microwave pyrolysis ini tejadi pada temperatur 105oC dan tekanan 1 atm dengan berat bahan baku sebesar 100 gram. Sampah organik terbaik untuk proses microwave pyrolysis berdasarkan kandungan energi ialah sampah kantin yaitu sebesar 6.241 kkal/kg.