// <![CDATA[PENGARUH RETENTION TIME TERHADAP KINERJA REAKTOR HIDROLISIS DENGAN DOUBLE- STAGE DIGESTION]]> Amalia / 14-2007-006 Penulis Husen / 14-2007-036 Dosen Pembimbing 1 Sirin Fairus, S.TP., MT. Carlina Noersalim, Ir., MT.,
Krisis energi dan permasalahan sampah adalah efek negatif dari perkembangan teknologi serta pesatnya pertumbuhan penduduk. Anaerobic Digestion merupakan salah satu alternatif solusi yang tepat untuk mengatasi kedua permasalahan tersebut. Proses ini menggunakan bahan baku sampah organik untuk menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses fermentasi anaerobik adalah Retention Time. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh retention time substrat dari sampah organik kota terhadap reaktor hidrolisis dengan metode double stage digester terhadap kinerja reaktor. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah produksi dan komposisi gas yang dihasilkan, kandungan cairan hasil hidrolisis, dan kandungan volatile solid dan volatile fatty acid dalam digestate. Pada penelitian ini dibandingkan unjuk kerja CSTR pada beberapa variasi Retention Time. Variasi Retention Time yang digunakan adalah 36 ; 24 ; dan 18 hari. Reaktor yang digunakan adalah CSTR. Akumulasi volume biogas tertinggi adalah sebesar 383 Liter Retention time 24 Hari. Komposisi gas yang dihasilkan pada semua retention time lebih banyak mengandung CO2 dibandingkan CH4. Pada semua Retention time terdapat kecenderungan pH yaitu pH menurun dan kembali naik. Pada penelitian ini keadaan yang terjadi adalah asam (pH 4.5-7) dan masih dalam rentang pH yang sesuai hidrolisis. Konversi sampah organik terbesar dihasilkan pada penelitian ini adalah 12.04 % pada retention time 18 hari. Volatile fatty acid terbesar didapat dari retention time 36 hari