// <![CDATA[PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN VARIASI KONSENTRASI KATALIS NAOH DAN TAHAP PENGUMPANAN]]> ROBBY / 14.2006.029 Penulis SYAIFUL AKBAR / 14.2006.031 Dosen Pembimbing 1 Haryono, ST., MT. Carlina Noersalim, Ir., MT.
Sumber-sumber energi yang semakin terbatas dan pencemaran lingkungan yang semakin meningkat, telah mendorong berbagai usaha penelitian untuk mendapatkan bahan bakar alternatif yang bersifat terbaharukan dan ramah lingkungan. Salah satunya adalah penelitian tentang biodiesel. Biodiesel merupakan sebuah nama yang diberikan untuk bahan bakar yang diperoleh melalui proses transesterifikasi asam lemak dengan menggunakan alkohol dan NaOH. Asam lemak didapatkan dari bahan baku berupa minyak nabati yaitu minyak goreng bekas. Percobaan diawali dengan melakukan pre-treatment terhadap minyak goreng bekas dengan cara penyaringan. Selanjutnya dilakukan percobaan inti yakni reaksi transesterifikasi dengan mereaksikan asam lemak dengan metanol- NaOH pada suhu 60oC selama 2 jam. Hasil reaksi berupa gliserol dan metil ester dipisahkan untuk diambil metil esternya sebagai Biodiesel. Biodiesel yang sudah dimurnikan kemudian dianalisis sifat fisiknya. Pengujian karakteristik biodiesel di laboratorium telah menunjukkan bahwa dalam bentuk ester, karakteristik fisik biodiesel yang diperoleh mendekati karakteristik standar biodiesel. Secara berurutan harga viskositas, densitas, bilangan asam, bilangan penyabunan dan flash point yang diperoleh adalah 6,39 mm2/s; 0,8789 g/mL; 1,728 mg NaOH/g; 160 mg NaOH/g; 185oC; pada kondisi terbaik dengan rasio metanol 20%-v minyak goreng dan NaOH 0,7%-b minyak goreng dengan rendemen biodiesel sebanyak 93,2 dan tahap pengumpanan satu kali.