// <![CDATA[PENGOLAHAN LIMBAH ZAT WARNA DISPERSI DENGAN ELEKTROKOAGULASI SECARA KONTINYU]]> YUSUF BUNARDA / 14.2008.012 Penulis LEKSY TEKEN LITA / 14.2009.036 Dosen Pembimbing 1 Ir. S. Juhanda, M.Eng Ir. Marthen Luther Doko, MT
Industri tekstil merupakan salah satu industri yang berkontribusi dalam pencemaran lingkungan. Zat pencemar utama yang dihasilkan berasal dari unit pewarnaan serat. Limbah cair hasil pewarnaan serat mengandung zat pewarna dan logam berat apabila limbah tersebut tidak dikelola sebagaimana mestinya akan berdampak negatif bagi lingkungan. Zat warna dispersi merupakan zat warna yang banyak digunakan untuk pewarnaan serat polyester, poliamida, dan spandex. Zat warna ini membentuk koloid dalam medium pendispersinya sehingga dapat diolah dengan metode secara fisika, kimia, bilogi, maupun gabungan dari ketiga metode tersebut. Salah satu metoda yang yang dapat dimanfaatkan yakni metoda elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan proses destabilisasi muatan dengan memanfaatkan prinsip reaksi reduksi-oksidasi akibat adanya arus searah (DC) pada sisi anoda dan katoda. Variabel yang digunakandi antaranya: jenis elektroda (aluminium dan besi),waktu tinggal (30, 60, dan 90 menit), tegangan (20, 30, 50, dan 60 volt), dan jarak antar elektroda(1.5 dan 3 cm). Parameter meliputi konsentrasi, kekeruhan, pH, dan COD. Hasil menunjukkan penurunan konsentrasi, kekeruhan,dan COD dari 100 ppm menjadi 3.53, 263 NTU menjadi 9 NTU, COD 167 ppm menjadi 55.8 ppm. Hasil tersebut merupakan hasil terbaik dengan memanfaatkan elektroda aluminium dengan waktu tinggal 60 menit, tegangan 60 volt, dan jarak antar elektroda 1.5 cm. kondisi steady diperoleh selama 80 menit. Hasil tersebut memenuhi baku mutu limbah cair untuk industri tekstil berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.KEP- 51/MENLH/10/1995 tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri.