// <![CDATA[PEMBUATAN KOPI LUWAK SINTETIK]]> Haryono, ST., MT. R. Anggoro Putra Darmayana / 142008010 Penulis Melda Melisa Megasari / 142008011 Dosen Pembimbing 1 Salafudin, ST., M.Sc.
Setelah air putih, kopi merupakan minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat.Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, serta alzheimerKopi menjadi komoditas utama terbesar ketiga di bawah minyak bumi dan gas.Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu Arabika dan Robusta. Jenis kopi yang lain merupakan turunan atau subvarietas dari kopi Arabika dan Robusta. Biasanya di setiap daerah penghasil kopi, kopi memiliki keunikan masing-masing dan menjadikannya sebagai suatu subvarietas.Salah satu jenis kopi yang digemari baik di Indonesia maupun di dunia internasional adalah kopi luwak.Produksi tahunan kopi luwak di Indonesia tidak menentu, bergantung pada alam dan populasi luwak sehingga permintaan pasar tidak dapat dipenuhi dan menyebabkan harga kopi ini relatif mahal.Karena kapasitas produksi yang tidak menentu maka perlu dilakukan cara untuk memenuhi besarnya permintaan masyarakat akan kopi luwak. Proses yang dilakukan untuk membuat kopi luwak sintetis adalah dengan fermentasi biji kopi dengan bantuan enzim di dalam sebuah fermentor. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi kopi luwak sintetis yang memiliki citarasa yang sama dengan kopi luwak alami.Variabel tetap yang digunakan dalam penelitian ini meliputi jenis kopi yang digunakan yaitu kopi robusta (Coffea Robusta) dan temperatur fermentasi biji kopi sebesar 37oC. Sedangkan variabel berubah yang ditinjau meliputi jenis enzim, konsentrasi enzim,dan rentang waktu fermentasi biji kopi antara 24-48 jam. Dari hasil penelitian didapatkan hasil kadar protein yang mendekati kopi luwak, yaitu pada waktu fermentasi 36 jam menggunakan enzim papain dengan konsentrasi 1%.