// <![CDATA[HIDROLISIS AMPAS TEBU MENJADI GLUKOSA MENGGUNAKAN KATALIS H2SO4/ZEOLIT]]> Karlina Megaputri / 142008022 Penulis Tan Arini / 142008023 Dosen Pembimbing 1
Ampas tebu merupakan residu hasil pertanian yang terdapat dalam jumlah melimpah di berbagai daerah di Indonesia. Ampas tebu merupakan salah satu bahan lignoselulosa yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat, salah satunya pembuatan glukosa. Glukosa dapat dihasilkan melalui proses hidrolisis ampas tebu dengan bantuan katalis. Katalis yang digunakan adalah H2SO4/Zeolit. Sebelum proses hidrolisis dilakukan, terdapat perlakuan awal yaitu delignifikasi dan aktifasi zeolit. Delignifikasi dilakukan untuk menghilangkan lignin pada ampas tebu. Delignifikasi menggunakan larutan NaOH 1N dengan perbandingan ampas tebu dengan larutan 1:20 (g/mL). Proses ini menyebabkan ampas tebu kehilangan bobot sebesar 32%. Pada saat bersamaan untuk mendapatkan padat asam dilakukan aktifasi zeolit dengan larutan H2SO4 98% dengan rasio 20%(g/mL). Konsentrasi H+ yang terdapat di sisi aktif zeolit setelah dianalisis adalah 0,0087 N untuk 0,04 g zeolit. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan baku pembuatan glukosa. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sumber selulosa berupa ampas tebu, rasio ampas tebu dan air adalah 1:25 (g/mL). Variabel yang ditinjau pada proses hidrolisis adalah rasio katalis (2%; 2,5%; 3%; 3,5%) dan waktu hidrolisis (1 jam, 2 jam, 4 jam, dan 6 jam). Konsentrasi glukosa hasil dari proses hidrolisis dianalisis menggunakan metode Nelson Samogyi. Kondisi optimal dalam penelitian ini adalah kadar katalis 3,5%(b/v) pada waktu reaksi 6 jam dengan konsentrasi glukosa sebesar 245 ppm.