// <![CDATA[PENINGKATAN SIFAT EXTREME PRESSURE PADA PELUMAS BIO-BASED]]> Tamara Virgynia / 142008018 Penulis Novitka Hesti Normalita / 142008033 Dosen Pembimbing 1 Dicky Dermawan, ST., MT Dyah S. Pertiwi, ST., MT., Ph.D
Pelumas merupakan bahan pemisah permukaan yang bergerak relatif terhadap permukaan lainnya untuk mengurangi gesekan. Pelumas bio-based dapat dibuat dari bahanbahan organik yang dapat diperbaharui, salah satunya adalah pelumas berbasis ester. Performa aditif dibuthylphosphite dan DMTD telah memberikan sifat antiwear dan extreme pressure yang cukup baik, tetapi masih memiliki ketahanan oksidasi yang buruk. Aditif berbasis molybdenum dan boron dikombinasikan dengan aditif dibuthylphosphite dan DMTD untuk meningkatkan sifat extreme pressure dan ketahanan oksidasi. Pengujian pelumas dilakukan dengan menggunakan alat uji Four Ball Extreme Pressure Test (ASTM D-2783). Parameter uji yang akan dihasilkan adalah Load Wear Index (LWI) dan welding point. Korosivitas dan ketahanan oksidasi pelumas tersebut diuji dengan menggunakan besi dan tembaga yang dikontakkan dengan udara selama 24 jam pada suhu 1500C. Parameter uji yang dihasilkan adalah penurunan massa kedua logam setelah pengujian dan kenaikan viskositas pelumas. Hasil uji sifat extreme pressure menunjukkan bahwa formulasi aditif boron+DMTD memberikan kenaikan nilai LWI serta ketahanan oksidasi yang lebih baik dari aditif dibuthylphosphite+DMTD.