// <![CDATA[INTEGRASI PRESSURE SWING ABSORPSI DI DALAM REAKTOR BIOGAS UNTUK MENGHASILKAN BIOGAS DENGAN KANDUNGAN METANA TINGGI]]> Widi Taofiek/142008005 Penulis Doni Trisumana / 142008021 Dosen Pembimbing 1 Salafudin, S.T., M.Sc 0431105501 - Marthen Luther Doko, Ir., M.T
Unsur yang berperan utama dalam menentukan kualitas biogas yaitu gas metana (CH4) dan gas karbon dioksida (CO2). Bila kadar CH4 tinggi maka biogas tersebut akan memiliki nilai kalor yang tinggi. Sebaliknya jika kadar CO2 yang tinggi maka akan mengakibatkan nilai kalor biogas tersebut rendah. Maka dari itu untuk meningkatkan nilai kalor biogas maka kadar CO2 harus rendah. Pressure Swing Absorpsi merupakan solusi yang tepat untuk meningkatkan kadar gas metana dengan menurunkan kadar CO2. Tujuan dari penelitian ini adalah kemungkinan penyatuan proses sintetis biogas dan unit pemurnian biogas menjadi satu kesatuan reaktor Metanogenesis yang dioprsikan pada tekanan tinggi dan akumulator (stripper) di oprasikan pada tekanan rendahuntuk menghasilkan biogas dengan kandungan metana mendekati murni dan mempelajari pengaruh perbedaan tekanan terhadap kadar metana dan karbon dioksida dengan metode Pressure Swing Absorpsi. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah kadar CH4 dan CO2 di Stripper dan Metanogenesis, kemudian produktivitas biogas di Stripper dan Metanogenesis. Pada penelitian ini dibandingkan kadar CH4 dan CO2 di Stripper dan Metanogenesis pada beberapa variasi tekanan. Variasi tekanan yang digunakan adalah 0,3 atm gauge, 0,4 atm gauge, 0,5 atm gauge, dan 0,6 atm gauge. Reaktor Metanogenesis yang digunakan berbentuk Fixed Bed Reactor dan Stripper yang digunakan berbentuk vessel tanpa isian. Komposisi biogas yang dihasilkan pada reaktor Metanogenesis setelah sirkulasi kandungan metananya lebih tinggi di bandingkan kandungan metana sebelum sirkulasi, tekanan tinggi akan menyebabkan laju biogas semakin besar. Pressure Swing Absorpsi sudah dapat meingkatkan kandungan metana hingga 89,7% dan menurunkan kandungan CO2 hingga 25,2%, pada stripper belum di hasilkan, CO2 dengan kemurnian tinggi. Setelah sirkulasi diperoleh laju paling besar sebesar 6,5 L/6jam pada tekanan 0,6.