// <![CDATA[PEMBUATAN NATRIUM KARBOKSIMETIL SELULOSA (NA-CMC) DARI TONGKOL JAGUNG]]> Dony Aryandi T / 142009006 Penulis Wildan Prayogo / 142009017 Dosen Pembimbing 1 Sirin Fairus, S.TP., M.T. Dyah S Pertiwi, S.T., M.T., Ph.D
Di Indonesia, jagung merupakan komoditas pertanian yang sekaligus merupakan bahan makanan pokok kedua setelah padi. Selama ini bagian jagung yang dimanfaatkan adalah bagian bijinya sedangkan dan bagian tongkolnya dibuang begitu saja. Sebenarnya tongkol jagung tersebut masih dapat dimanfaatkan karena mengandung selulosa, misalnya untuk bahan baku pembuatan natrium karboksimetil selulosa (Na-CMC). Na-CMC merupakan salah satu derivat selulosa yang banyak digunakan dalam industri pangan, farmasi, kosmetik, cat, detergen, keramik dan kertas. Kegunaan dari Na-CMC yakni sebagai pengental, penstabil emulsi atau suspensi dan sebagai bahan pengikat. Na-CMC dapat disintesis dari selulosa tanaman melalui dua tahapan reaksi yaitu alkalisasi dan karboksimetilasi, dengan menggunakan reagen NaOH dan sodium chloroacetate (SCA). Penelitian yang dilakukan yaitu “Pembuatan Natrium Karboksimetil Selulosa (Na-CMC) dari Tongkol Jagung”. Variabel yang digunakan adalah reagen alkalisasi (20%, 30%, 40% b/v) NaOH dan reagen karboksimetilasi (48%, 60%, 72% b/v) SCA. Dengan penggunaan bahan baku selulosa sebesar 15 gram dan medium reaksi isopropil alkohol sebanyak 300 mL. Reaksi alkalisasi dilakukan pada temperatur 27 oC selama dua jam dan reaksi karboksimetilasi dilakukan pada temperatur 55 oC selama tiga jam. Dari penelitian ini diperoleh kadar selulosa tongkol jagung 27,25% dan kadar selulosa tongkol jagung setelah diekstraksi 73,88%. Pada penggunaan 20% NaOH dan 72% SCA (%b/v) merupakan kondisi optimum pembuatan Na-CMC pada penelitian ini dengan kemurnian 58,61%; yield 133,44 gram Na-CMC/selulosa; pH larutan 1% Na- CMC 7,87; derajat substitusi 1,001; viskositas larutan 2% Na-CMC 1163cP dan kadar air 41,9%.