// <![CDATA[PEMBUATAN XILITOL DARI TONGKOL JAGUNG MELALUI PROSES FERMENTASI]]> Ridho Taufana / 142008002 Penulis Adhytia Setia Nugraha / 142008009 Penulis Sirin Fairus, S.Tp., MT Ronny Kurniawan, ST., MT
Salah satu pemanis altenatif pengganti sukrosa adalah xilitol. Xilitol memiliki sifat sangat baik bagi pengembangan produk pangan maupun produk farmasi. Xilitol diperoleh dari hasil hidrolisis xilan menjadi xilosa kemudian dikonversi menjadi xilitol melalui tahap fermentasi dengan menggunkan ragi Candida tropicalis. Tongkol jagung merupakan salah satu sumber penting xilosa karena kandungan xilannya mencapai 12,4-12,9%. Keberhasilan reaksi fermentasi xilosa menjadi xilitol dipengaruhi oleh beberapa parameter operasi, seperti jenis bahan baku, jenis ragi yang digunakan, rasio bahan baku terhadap reaksi fermentasi, temperatur dan kondisi pH, dan waktu. Pembuatan xilitol pada penelitian ini dilakukan melalui empat tahap kegiatan yaitu : perlakuan awal bahan baku, hidrolisis, pemurnian xilosa, dan fermentasi. Bahan baku yang digunakan adalah tongkol jagung. Variabel berupa waktu dan temperatur untuk tahap fermentasi dengan variasi waktu yaitu 12, 24, 36, dan 48 jam dan untuk variasi temperatur yaitu 30, 34, dan 37oC. kondisi terbaik pada temperatur 30oC dan waktu 48 jam rendemen sebesar 0,558 g xilitol/g xilosa. Hal ini disebabkan pertumbuhan optimum dari Candida tropicalis terjadi pada temperatur 30oCdan waktu 48 jam.