// <![CDATA[DESULFURISASI BATUBARA DENGAN METODE LEACHING MENGGUNAKAN PEREAKSI H2O2-H2SO4]]> S. Juhanda, Ir., M.Eng. Dwiska Corynajjata / 142009014 Penulis Ruli Putera Pamungkas / 142009033 Dosen Pembimbing 1 Marthen Luther Doko
Minyak bumi merupakan sumber energi yang paling banyak digunakan di dunia. Penggunaan minyak bumi yang kontinu mengakibatkan berkurangnya cadangan minyak bumi, sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif. Batubara merupakan salah satu sumber energi yang memiliki prospek menjanjikan di masa yang akan datang. Hal tersebut disebabkan cadangan batubara yang ada masih melimpah, dan penggunaannya sebagai sumber energi masih tergolong rendah. Di Indonesia, sebagian besar batubara digunakan sebagai bahan bakar. Beberapa senyawa gas dihasilkan dari proses pembakaran batubara, salah satunya adalah gas SO2. Gas SO2 sangat merugikan manusia karena selain beracun gas ini dapat merusak alat-alat industri. Oleh karena itu, kandungan sulfur dalan batubara perlu dikurangi. Proses penghilangan atau pengurangan kandungan sulfur dari suatu zat disebut desulfurisasi. Desulfurisasi dapat dilakukan dengan berbagai macam metode, salah satunya dengan metode leaching. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses penghilangan sulfur dengan metode leaching menggunakan pereaksi H2O2 dan H2SO4 serta mempelajari pengaruh rasio antara H2O2 dan H2SO4 yang digunakan terhadap kandungan sulfur dan nilai kalor batubara. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kadar sulfur paling rendah diperoleh saat rasio pereaksi H2O2 dan H2SO4 sebesar 1:1.5. Batubara hasil leaching pada kondisi ini memiliki kandungan sulfur sebesar 1.03%, dengan sulfur yang berhasil dihilangkan sebesar 30%, dan memiliki nilai kalor sebesar 5616 kal/g. Pengaruh suhu operasi pada hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang berbeda dengan literatur. Suhu operasi yang meningkat menunjukkan hasil yang berbanding terbalik terhadap persentase penghilangan kadar sulfur batubara.