// <![CDATA[PENGGUNAAN ROTATING BIOREACTOR PADA PEMBUATAN NATA DE SOYA DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU]]> Dadi Arif Viliando / 142009021 Penulis Choerudin / 142009034 Dosen Pembimbing 1 Dyah S. Pertiwi, S.T., M.T., Ph.D Netty Kamal, Dra., M.S
Limbah cair di sentra industri tahu Cibuntu Bandung tersedia dalam jumlah banyak yaitu 16,8 juta m3/tahun. Limbah cair tersebut masih dapat digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum / media pembuatan nata de soya. Biasanya, nata de soya dibuat dengan cara konvensional yaitu kultur statis. Permasalahan utama pada kultur statis adalah transfer massa substrat dan suplai oksigen dalam kultur. Pada sistem lain, penggunaan Rotating Bioreactor (RB) menjadi solusi bagi masalah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mengaplikasikan RB pada pembuatan nata de soya dan membandingkannya dengan kultur statis. Selain itu, dipelajari juga pengaruh volume starter yang digunakan yaitu 10% dan 30%. Pertumbuhan bakteri, penggunaan substrat dan perolehan produk dijadikan sebagai parameter pembanding. Hasil paling tinggi menunjukkan bahwa penggunaan substrat pada RB lebih banyak dari kultur statis sebesar 151.05% dan perolehan produk sebesar 61.27%. Dari penelitian ini juga ditemukan bahwa RB lebih mengarahkan penggunaan substrat kepada pertumbuhan bakteri. Sementara itu, volume starter 10% memberikan hasil yang lebih baik daripada volume starter 30%.