// <![CDATA[STUDY PEMBUATAN ASAP CAIR DARI LIMBAH SELULOSA]]> Dyah S. Pertiwi, ST., MT., Ph.D Ir. Carlina Noersalim, M.T Vessa Fauziyyah Pratiwi/142008007 Penulis Jaka Permana/142008029 Dosen Pembimbing 1
Ampas tebu dan tempurung kelapa dapat dimanfaatkan untuk pembuatan asap cair sebagai pengawet makanan alami karena mengandung selulosa dan lignin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perolehan asap cair dari kedua bahan baku dan waktu pirolisis. Asap cair dihasilkan melalui proses pirolisis selama empat jam, memisahkan asap cair dengan tar menggunakan centrifuge, dan memurnikan asap cair dengan proses distilasi. Parameter yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pirolisis dilakukan pada temperatur pirolisis 400 ℃ selama empat jam dengan pengambilan sampel setiap dua jam, sentrifugasi selama 30 menit pada 6000 rpm, distilasi pada suhu 120-150℃. Variabel yang ditinjau meliputi bahan baku yang digunakan 1 kg ampas tebu dan 6 kg tempurung kelapa. Hasil penelitian menunjukan bahwa perolehan asap cair dari ampas tebu (370 mL/kg) lebih besar dari pada asap cair yang dihasilkan dari tempurung kelapa (177 mL/kg). Untuk asap cair tempurung kelapa dua jam pertama kandungan asam asetat (5.16%), dan fenol (1.57%) dan asap cair dari tempurung kelapa dua jam kedua kandungan asam asetat (7.46%) dan fenol (2.2%). Sedangkan untuk asap cair ampas tebu dua jam pertama kandungan asam asetat (4.98%) dan fenol (1.25%) dan asap cair ampas tebu amapas tebu dua jam kedua kandungan asam asetat(5.26%) dan fenol(1.54%). Kandungan asam asetat dan fenol dalam asap cair tempurung kelapa lebih besar daripada kandungan fenol dalam asap cair ampas tebu. Selama waktu pirolisis 4 jam, makin tinggi suhu pirolisisnya maka kandungan asam asetat dan fenol akan semakin besar.