// <![CDATA[ISOLASI SAPONIN DARI BUNGKIL BIJI TEH DENGAN PELARUT AIR]]> Salafudin, ST., M.Sc. Moh. Yosep G. A/142009004 Penulis Viska Febrianti/142009011 Dosen Pembimbing 1 Netty Kamal, Dra., M.S.
Saponin merupakan biodetergen yang terdapat pada tanaman teh yang merupakan jenis triterpenoid. Saponin digunakan untuk deterjen batik atau deterjen bayi karena saponin tersebut bersifat soft sehingga relatif lebih aman dan tidak merusak pakaian. Bungkil biji teh hasil pengepresan dikecilkan ukurannya menggunakan screening berukuran 20 mesh kemudian di ekstraksi menggunakan pelarut air dalm kolom fix bed secara sirkulasi. waktu ekstraksi adalah 30 menit dan indeks bias diukur setiap 3 menit, setelah 30 menit ekstraksi dihentikan kemudian rafinat di ekstrak kembali oleh fresh solvent. Uji kualitas saponin dilakukan dengan membandingkan saponin dengan tiga produk yang ada di pasaran, uji yang dilakukan adalah uji pencucian dengan lap yang dilumuri oli. Hasil uji kualitatif tersebut secara keseluruhan masingmasing produk dan ekstrak saponin tersebut relatif sama kinerjanya sehingga untuk proses pencucian saponin dari bungkil biji teh dapat bersaing dengan produk yang berada di pasaran. Dari proses ekstraksi variasi yang digunakan yaitu rasio bungkil biji teh terhadapa pelarut yang digunakan. Waktu optimum larutnya saponin pada run pertama adalah 12 menit, run kedua adalah 18 menit dan run ketiga adalah 12 menit. Semakin pekat kadar saponin semakin tua warna ekstraknya dan semakin tinggi rasionya semakin kecil konsentrasi saponin yang terkandung dalam ekstrak. Proses ekstraksi menggunakan kolom didapatkan nilai yield yang didapatkan pada setiap run memiliki nilai yang di bawah angka tersebut yaitu untuk run pertama adalah 20,073%, run kedua adalah 23,419% dan pada run ketiga adalah 16,093%.