// <![CDATA[PEMBUATAN ETANOL DARI SAMPAH SAYUR KOL DAN SAMPAH BUAH JERUK]]> Andre Taufik K./142008006 Penulis Guruh Purna R./142008026 Dosen Pembimbing 1 Ronny Kurniawan, S.T, M.T S. Juhanda, Ir., M. Eng
Pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas pembangunan menimbulkan sampah yang banyak. Sebagian besar dari sampah kota adalah sampah organik yang terdiri dari 60 % sampah sayuran dan 40% merupakan daun-daunan, kulit buah-buahan dan sisa makanan. Sampah yang digunakan pada penelitian ini adalah sampah buah jeruk dan sampah sayur kol. Sampah buah jeruk dan sayur kol mengandung selulosa, pati, gula, dan hemiselulosa sehingga sangat berpotensi sebagai bahan baku pembuatan etanol. Etanol atau ethyl alkohol (C2H5OH) merupakan senyawa organik yang sangat penting dalam industri kimia dan memiliki cukup banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Sebelum sampah buah jeruk dan sayur kol masuk proses fermentasi untuk menghasilkan etanol, terlebih dahulu sampah buah jeruk dan sampah sayur kol diproses melalui proses hidrolisis untuk mengkonversikan gula kompleks dan selulosa menjadi gula sederhana atau gula reduksi (glukosa). Glukosa yang dihasilkan dari proses hidrolisis kemudian difermentasi menjadi etanol. Proses hidrolisis pada penelitian ini adalah hidrolisis asam dan hidrolisis enzimatis. Pada penelitian ini mikroorganisme yang digunakan pada proses fermentasi adalah jenis ragi yaitu jenis Saccharomyces cerevisiae sedangkan untuk proses hidrolisis enzimatis mikroorganisme yang digunakan adalah jenis bakteri Trichoderma reseii. Tujuan umum dari penelitian ini adalah memproduksi etanol dari sampah organik sayur kol dan buah jeruk dan tujuan khusus dari penelitian ini adalah menentukan kondisi terbaik dari berbagai variabel proses (jenis hidrolisis dan bahan baku) berdasarkan nilai konsentrasi etanol dan yield etanol yang diperoleh. Proses pembuatan etanol dari sampah organik ini dilakukan dengan fermentasi secara batch dalam Bioreactor Tangki Berpengaduk. Parameter penelitian ini adalah parameter hidrolisis meliputi jenis mikroorganisme (Trichoderma reseii), jumlah mikroorganisme (105,9x106 sel/ml), temperatur (70oC), konsentrasi asam (10% v/v) dan rasio bahan baku terhadap H2SO4 (1:10 gr/ml) dan parameter fermentasi meliputi temperatur (34oC), waktu (48 jam), pH (4,5), jenis mikroorganisme (Saccharomyces cerevisiae), jumlah mikroorganisme (41,5x106 sel/ml), jenis pengaduk (paddle), dan kecepatan pengaduk (100 rpm). Variabel penelitian ini adalah jenis hidrolisis dan variasi bahan baku. Kondisi terbaik pada penelitian ini diperoleh pada jenis hidrolisis enzimatis dimana konsentrasi etanol sebesar (sayur kol 7,75 % dan buah jeruk 12,56 %) dan yield etanol (sayur kol 83,17% (gram etanol/gram glukosa) dan 3,87 % (gram etanol/gram sampah kering) serta buah jeruk 92,47% (gram etanol/gram glukosa) dan 6,28 % (gram etanol/gram sampah kering) ).