// <![CDATA[PEMBUATAN KERTAS DARI NATA DE CASSAVA DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAPIOKA]]> Netty Kamal, Dra., M.S. ARLINDA INDRESWARI/142008015 Penulis ADE CHRISTINE ARITONANG/142008020 Dosen Pembimbing 1 SirinFairus, S.TP., M.T.
Selulosa merupakan bahan pembuat kertas yang dapat dihasilkan oleh bakteri selulosa pada nata de cassava. Nata dibuat melaui proses pengubahan gula yang terkandung pada substrat (umumnya air kelapa, tetapi dapat pula dari bahan lain) menjadi pelikel (jaringan mikro fibril) selulosa. Sehubungan dengan hal ini, limbah cair tapioka dapat dimanfaatkan menjadi nata de cassava. Limbah cair tapioka mengandung glukosa 0,46%, sukrosa 1,40%, pati 1,74% dan protein 1,31%. Nata adalah produk fermentasi dari bakteri Acetobacter xylinum yang berupa lembaran selulosa. Dalam penelitian ini, nata de cassava dibuat menjadi kertas dengan proses pengeringan dan penggilingan. Kertas yang dihasilkan dilakukan beberapa pengujian kertas. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa variasi yaitu, penambahan starter 150 ml, 125 ml, dan 100 ml, penambahan gula 100 g, 75 g, 50 g , dan 25 g serta pH 3,5; 4; dan 4,5. Fermentasi dilakukan selama dua minggu. Kondisi optimum yang menghasilkan nata terbaik dengan massa 1.052 g dan tebal 1,28 cm yaitu pada variasi starter 150 ml, 100 g gula dan pH 4, sedangkan pada pH 3,5 dan 4,5 fermentasi tidak terjadi dengan baik. Setelah nata difermentasi selama 14 hari, nata digiling dan dikeringkan menjadi kertas. Kertas tersebut diuji dengan parameter gramatur, ketahanan tarik, dan ketahanan sobek. Hasil uji gramatur terbaik adalah 108,16 g/m2 (m nata = 1052 g) dan nilai gramatur terkecil adalah 86,79 g/m2 (m nata = 676 g). Berdasarkan hasil uji ketahanan tarik yang terbaik adalah 460,3 mN (m nata = 1000 g) dan yang terburuk adalah 129 mN (m nata = 680 g), sedangkan uji ketahanan sobek terbaik adalah 8,03 kN/m (m nata = 676 g) dan yang terburuk adalah 1,43 kN/m (m nata = 966 g).