// <![CDATA[PENGERINGAN BATUBARA DENGAN ALAT PENGERING ROTARY DRYER]]> Ronny Kurniawan, S.T., M.T. S. Juhanda, Ir., M.Eng. Shandy Pratama Putra/142009001 Penulis Dian Indah Permatasari/142009024 Dosen Pembimbing 1
Batubara merupakan sumber daya alam yang bermanfaat dan banyak ditemukan di seluruh dunia. Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen, nitrogen, sulfur dan oksigen. Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batubara umumnya dibagi dalam empat kelas yaitu Antrasit, Bituminus, Sub-bituminus dan Lignit. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai kalor batubara dengan cara menurunkan kadar airnya melalui proses pengeringan dengan rotary dryer. Secara khusus adalah untuk mempelajari pengaruh dan menentukan kondisi operasi terbaik dari variabel tetap seperti jenis batubara yang digunakan adalah batubara sub-bituminous serta arah aliran yaitu berlawanan arah (counter current) dengan cara pengontakkan media pengering (udara panas) secara langsung (direct), Temperatur media pengering (udara panas) yaitu 56oC-58oC, laju alir udara pemanas 4 L/menit dan variabel berubah seperti ukuran partikel batubara yaitu 25 mm; 12,5 mm; 4,75 mm dan jumlah massa batubara yang diumpankan yaitu 0,25 Kg, 0,5 Kg dan 1 Kg. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa semakin kecil ukuran partikel maka kadar air dalam batubara akan semakin mudah menguap terlihat pada kadar air batubara yang berbentuk bongkahan memiliki kadar air 25,35 %b/b setelah dilakukan pengecilan ukuran batubara pada ukuran partikel 25 mm; 12,5 mm dan 4,75 mm diperoleh kadar air sebesar 24,02 %b/b; 21,34 %b/b dan 21,22 %b/b. Setelah dikeringkan dengan alat pengering rotary dryer pada suhu 56oC-58oC didapatkan persen air yang hilang sebesar 13,75% hingga 18,77% sehingga dari persen air yang hilang tersebut didapatkan nilai kalor sebesar 5484 kal/g hingga 5576 kal/g. Semakin banyak jumlah massa umpan maka akan meningkatkan waktu tinggal sehingga persen air yang hilang semakin besar.