// <![CDATA[PENGARUH JENIS PENJERNIH DALAM PEMANFAATAN KEMBALI MINYAK PELUMAS BEKAS SEBAGAI BASE OIL]]> Ayutia Pertiwi/142009016 Penulis Ratih Arifah/142009029 Dosen Pembimbing 1 Carlina Noersalim, Ir., M.T Sirin Farirus, S.TP., M.T
Pelumas bekas merupakan limbah B3 yang akan mengalami penumpukan jumlah yang sangat besar apabila hanya dibuang begitu saja dan akan mencemari lingkungan. Pelumas bekas tersebut dapat didaur ulang untuk menghasilkan base oil. Selain itu, daur ulang pelumas bekas ini juga bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah B3 yang dihasilkan oleh pelumas bekas tersebut. Percobaan dilakukan dengan mencampurkan minyak pelumas bekas dengan batubara yang ditambahkan adalah 10 g, 30 g, 50 g, dan 70 g, dengan waktu reaksi selama 2 jam, 3 jam, 5 jam dan 7 jam. Kemudian pada tahap penjernihan ditambahkan alkilbenzensulfonat dengan konsentrasi 17.5% sebanyak 5 mL, setelah itu ditambahkan penjernih berupa bentonit, karbon aktif, bleaching earth dan zeolit sebanyak 30g. Berdasarkan hasil analisis beberapa parameter, yaitu viskositas, densitas, % transmitan dan spektrum inframerah, didapatkan hasil terbaik dari percobaan berupa penambahan batubara sebanyak 30g dengan waktu reaksi selama 5 jam dan menggunakan penjernih bentonit.