PENGARUH JENIS PENJERNIH DALAM PEMANFAATAN KEMBALI MINYAK PELUMAS BEKAS SEBAGAI BASE OIL
Pelumas bekas merupakan limbah B3 yang akan mengalami penumpukan jumlah yang
sangat besar apabila hanya dibuang begitu saja dan akan mencemari lingkungan. Pelumas
bekas tersebut dapat didaur ulang untuk menghasilkan base oil. Selain itu, daur ulang
pelumas bekas ini juga bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah B3
yang dihasilkan oleh pelumas bekas tersebut.
Percobaan dilakukan dengan mencampurkan minyak pelumas bekas dengan batubara yang
ditambahkan adalah 10 g, 30 g, 50 g, dan 70 g, dengan waktu reaksi selama 2 jam, 3 jam, 5
jam dan 7 jam. Kemudian pada tahap penjernihan ditambahkan alkilbenzensulfonat dengan
konsentrasi 17.5% sebanyak 5 mL, setelah itu ditambahkan penjernih berupa bentonit, karbon
aktif, bleaching earth dan zeolit sebanyak 30g. Berdasarkan hasil analisis beberapa
parameter, yaitu viskositas, densitas, % transmitan dan spektrum inframerah, didapatkan
hasil terbaik dari percobaan berupa penambahan batubara sebanyak 30g dengan waktu reaksi
selama 5 jam dan menggunakan penjernih bentonit.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2014).PENGARUH JENIS PENJERNIH DALAM PEMANFAATAN KEMBALI MINYAK PELUMAS BEKAS SEBAGAI BASE OIL ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.PENGARUH JENIS PENJERNIH DALAM PEMANFAATAN KEMBALI MINYAK PELUMAS BEKAS SEBAGAI BASE OIL ().Teknik Kimia:FTI,2014.Text
MLA Style
.PENGARUH JENIS PENJERNIH DALAM PEMANFAATAN KEMBALI MINYAK PELUMAS BEKAS SEBAGAI BASE OIL ().Teknik Kimia:FTI,2014.Text
Turabian Style
.PENGARUH JENIS PENJERNIH DALAM PEMANFAATAN KEMBALI MINYAK PELUMAS BEKAS SEBAGAI BASE OIL ().Teknik Kimia:FTI,2014.Text