// <![CDATA[PENINGKATAN SIFAT ANTIOKSIDAN PELUMAS BIO-BASED :]]> Yogi Triyadi/142009022 Penulis Asry Trianjani/142009026 Dosen Pembimbing 1 Ladifa Fathina/142009028 0403127001 - Dicky Dermawan, S.T., M.T
Ester poligliserol-estolida asam oleat (EPG) merupakan ester sintetik dari bahan terbarukan yang masih dikembangkan sebagai pelumas mesin otomotif yang ramah lingkungan. Akan tetapi EPG memiliki kelemahan yaitu adanya ikatan rangkap yang menyebabkan EPG mudah teroksidasi sehingga masa pakainya menjadi lebih pendek. Karena itu ketahanan oksidasi dari EPG perlu ditingkatkan dengan cara memformulasikannya dengan aditif antioksidan radical scavenger grup amina aromatik yaitu Diphenylamine (DPA). Pada penelitian ini dilakukan modifikasi pada DPA melalui proses alkilasi. Pada proses alkilasi dapat digunakan bahan pengalkil yang berupa alkena, alkohol, dan alkilhalida. Keberadaan ikatan rangkap pada estolida asam oleat inilah yang memunculkan gagasan untuk dilakukan proses alkilasi DPA oleh estolida asam oleat dengan menggunakan katalis AlCl3. Proses alkilasi DPA dilakukan sebelum esterifikasi dengan poligliserol. Kadar DPA divariasikan dari rentang 0 - 3% berat. Ditambahkan boric acid pada saat proses esterifikasi yang berfungsi sebagai inhibitor korosi. Uji ketahanan oksidasi dilakukan pada suhu 150°C menggunakan katalis besi dan tembaga selama 24 jam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa proses alkilasi yang dilakukan menghasilkan produk yang memiliki ketahanan oksidasi yang lebih baik. Hasil formulasi terbaik ditunjukkan pada sampel EPG teralkilasi yang mengandung DPA 1,5 % dengan kenaikan viskositas pada suhu 40°C dan 100°C berturut-turut sebesar 136 % dan 27,7 %.