// <![CDATA[PENGARUH SUHU PIROLISIS TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR]]> Ir. Carlina Noersalim, M.T Dwi Gandini Rahayu Utami / 142010006 Penulis Permata Alamsarie / 142010037 Dosen Pembimbing 1 Dyah Setyo Pertiwi, PhD.
Asap cair merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan–bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Asap memiliki kemampuan untuk memberikan rasa dan aroma yang spesifik juga sebagai pengawet karena sifat antibakteria dan antioksidannya. Bahan baku yang banyak digunakan antara lain bongkol kelapa sawit, tempurung kelapa, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh bahan baku dan suhu terhadap kualitas asap cair yang dihasilkan. Kualitas ini didasarkan pada kandungan kadar fenol dan asam asetat. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan suhu (300oC, 350oC, dan 400oC) dan bahan baku batang ubi kayu dan eceng gondok. Berdasarkan data pada Tabel 4.2, penelitian ini menghasilkan kadar asam asetat dari bahan baku batang ubi kayu sebesar 4,56%, 5,7% dan 5,25% dan eceng gondok sebesar 3,23%, 3,44% dan 3,25% serta kadar fenol batang ubi kayu dan eceng gondok sebesar 2,45%, 10,34%dan 2,97% dan 1,83%, 2,37%, dan 2,44%. Semakin tinggi temperatur maka akan semakin tinggi perolehan asap cair, kadar asam dan fenolnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pirolisis pada penelitian ini, seperti temperatur dan ukuran butiran.