PENGARUH SUHU PIROLISIS TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR
Asap cair merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil
pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan–bahan yang banyak
mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Asap memiliki
kemampuan untuk memberikan rasa dan aroma yang spesifik juga sebagai pengawet karena sifat
antibakteria dan antioksidannya. Bahan baku yang banyak digunakan antara lain bongkol kelapa
sawit, tempurung kelapa, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh
bahan baku dan suhu terhadap kualitas asap cair yang dihasilkan. Kualitas ini didasarkan pada
kandungan kadar fenol dan asam asetat. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan suhu
(300oC, 350oC, dan 400oC) dan bahan baku batang ubi kayu dan eceng gondok. Berdasarkan data
pada Tabel 4.2, penelitian ini menghasilkan kadar asam asetat dari bahan baku batang ubi kayu
sebesar 4,56%, 5,7% dan 5,25% dan eceng gondok sebesar 3,23%, 3,44% dan 3,25% serta kadar
fenol batang ubi kayu dan eceng gondok sebesar 2,45%, 10,34%dan 2,97% dan 1,83%, 2,37%,
dan 2,44%. Semakin tinggi temperatur maka akan semakin tinggi perolehan asap cair, kadar
asam dan fenolnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pirolisis pada penelitian ini,
seperti temperatur dan ukuran butiran.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2014).PENGARUH SUHU PIROLISIS TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.PENGARUH SUHU PIROLISIS TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR ().Teknik Kimia:FTI,2014.Text
MLA Style
.PENGARUH SUHU PIROLISIS TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR ().Teknik Kimia:FTI,2014.Text
Turabian Style
.PENGARUH SUHU PIROLISIS TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR ().Teknik Kimia:FTI,2014.Text