// <![CDATA[EKSTRAKSI MINYAK DARI AKAR TANAMAN GAHARU BUAYA MENGGUNAKAN PELARUT N-HEKSAN]]> Sirin Fairus, S.Tp., MT Drajat Gumilar / 142010009 Penulis Hari Abdul Hadi / 142010018 Dosen Pembimbing 1 Carlina Noersalim, Ir., MT
Aetoxylon Sympethalum atau yang dikenal dengan gaharu buaya termasuk famili Thimelaeceae yang dapat ditemukan di Kalimantan. Minyak gaharu merupakan salah satu minyak atsiri yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pembuatan minyak wangi, kosmetik dan obat-obatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh nisbah bahan dengan pelarut dan waktu kontak terhadap perolehan minyak gaharu serta mengetahui karakteristik dan komposisi kimia minyak gaharu dengan metode ekstraksi menggunakan pelrut n-heksan. Nisbah bahan dengan pelarut yaitu 1:4, 1:5, dan 1:6 dan waktu kontak selama 6 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam dan 48 jam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa nisbah bahan dengan pelarut 1:5 dan waktu kontak proses selama 24 jam menghasilkan rendemen minyak paling tinggi dan optimum, yaitu 0,19544%. Dari parameter kualitas yang dianalisis yaitu berat jenis, kelarutan dalam alkohol 90%, bilangan asam, dan secara visual dapat dikatakan bahwa minyak gaharu buaya yang dihasilkan telah memenuhi standar mutu minyak gaharu buaya yang dikemukakan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Analisis komponen kimia yang terkandung di dalam minyak gaharu buaya dilakukan dengan menggunakan GCMS. Dari uji analisis GCMS didapat bahwa octadec-9-enoic acid merupakan komponen paling banyak yang terdapat dalam minyak gaharu buaya yaitu sebesar 18,52%.