// <![CDATA[EKSTRAKSI VANADIUM DARI KATALIS BEKAS DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT BASA]]> Frans Petrus / 142010001 Penulis Rifki Akbar Fadillah / 142010005 Dosen Pembimbing 1 Maya Ramadianti Musadi, Ir., MT., PhD S.Juhanda, Ir., M.Eng
Vanadium adalah salah satu jenis logam yang digunakan dalam industri misalnya V2O5 yang dapat dimanfaatkan sebagai katalis pada proses kontak pembuatan asam sulfat. Katalis yang telah mengalami deaktivasi harus dikeluarkan dari reaktor. Pembuangan katalis V2O5 ke lingkungan akan sangat berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup. Oleh karena itu, harus diolah terlebih dahulu atau diubah menjadi bentuk lain yang bermanfaat seperti ammonium metavanadat yang dapat digunakan sebagai inhibitor korosi. Ekstraksi padat-cair (leaching) menggunakan pelarut basa merupakan salah satu metoda untuk mengambil kembali vanadium dari katalis bekas. Selain jenis pelarut, proses ekstraksi dipengaruhi oleh konsentrasi pelarut, waktu ekstraksi, temperatur, ukuran partikel, kecepatan pengadukan dan perbandingan umpan dengan jumlah pelarut. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan waktu ekstraksi (2, 4 dan 6 jam), konsentrasi NaOH (1, 2 dan 4 M) dan temperatur (30 dan 50°C) . Vanadium terbesar dari katalis bekas didapatkan pada kondisi, konsentrasi 2 M, waktu ekstraksi 4 jam dengan temperatur 30° C yaitu sebesar 77.65 % dan Fe sebesar 0.53 %.