// <![CDATA[PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM DAN POLYVINYL ACETATE (PVAC) PADA PEMBUATAN LIGHTWEIGHT CONCRETE]]> Salafudin, ST., M.Sc Albert / 142009025 Penulis Muhamad Nuryasinudin / 142009030 Dosen Pembimbing 1
Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang mengalami perkembangan sangat pesat hingga saat ini. Beton memiliki beberapa keunggulan antara lain harganya relatif murah, mempunyai kekuatan tekan tinggi, tahan terhadap karat, mudah diangkut dan dicetak, dan relatif tahan terhadap kebakaran. Salah satu keunggulan beton ringan yaitu memiliki densitas yang lebih kecil dibandingkan dengan beton normal. Beton ringan dapat dibuat dengan beberapa cara antara lain penggunaan agregat ringan, dibuat berongga dan dibuat tanpa pasir. Penjabaran dari permasalahan diatas, maka dibuat suatu penelitian beton ringan dari campuran styrofoam, dimana styrofoam tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Pada penelitian ini, dibuat suatu campuran beton ringan dengan menggunakan kandungan volume styrofoam dari 68.14 % sampai 81.05 %. Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah perbandingan volume semen terhadap volume total dari 31,86 % sampai 18,95 % dengan kondisi perlakuan terhadap benda uji direndam selama 14 hari, dan dikeringkan selama 14 hari. Selain itu, dilakukan variasi lain dengan penambahan Polivinil Asetat dari 0,3 % sampai 5 % dari volume air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan jumlah semen menyebabkan densitas, kuat tekan dan kuat tarik belah meningkat. Hasil terbaik untuk kuat tekan dan kuat tarik belah pada variasi volume semen 31,86 % tanpa PVAc adalah 2,735 MPa dan 0,655 Mpa, sedangkan pada variasi volume semen 31,86 % dengan penambahan PVAc 5 % adalah 4,015 MPa dan 0,815 Mpa.