// <![CDATA[PENGGUNAAN ZEOLIT SEBAGAI KATALIS PADA PENGOLAHAN LIMBAH SIANIDA DENGAN PROSES OKSIDASI BERKATALIS]]> Ir. S. Juhanda, M.Eng 0431105501 - Marthen Luther Doko, Ir., M.T Rosemery / 142010015 Penulis Tri Budi Utami / 142010029 Dosen Pembimbing 1
Limbah industri yang mengandung ion sianida (CN-) merupakan salah satu sumber pencemaran yang membahayakan lingkungan. Sebagian besar limbah sianida dihasilkan oleh industri, antara lain: industri elektroplating emas dan logam lain, bahan makanan, pembasmi hama, ekstraksi, dan tepung tapioka. Limbah yang mengandung sianida tidak dapat langsung dibuang ke perairan karena dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesehatan dikarenakan tingkat toksisitasnya yang tinggi. Kadar sianida yang dapat dibuang ke badan air harus memenuhi baku mutu limbah sianida yaitu sebesar 0,5 ppm. Beberapa metode pengolahan limbah cair sianida telah diusulkan, salah satunya metode oksidasi berkatalis. Dalam penelitian ini, limbah sianida diolah menggunakan metode oksidasi berkatalis dengan jenis katalis zeolit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan menggunakan katalis zeolit dengan konsentrasi umpan sianida sebesar 40, 50, 60 dan 70 ppm, konsentrasi sianida dalam effluent berturut turut 0,36; 0,45; 0,57; 0,66 ppm. Data tersebut diperoleh pada kondisi operasi jenis katalis yang digunakan memiliki bilangan iod 311 mg Iod/gram, perbandingan Cu2+/CN- 2,5:1 dan SO3 2-/CN- 2,5:1, waktu aerasi 120 menit, ukuran partikel zeolit 35/40 mesh dan persen pengurangan sianida ≥ 99%. Dari hasil percobaan konsentrasi umpan sianida hampir tidak mempengaruhi efisiensi proses, selain itu zeolit dengan batas-batas tertentu dapat digunakan sebagai katalis dalam pengolahan limbah sianida menggunakan metode oksidasi berkatalis.