// <![CDATA[APLIKASI BIOLEACHING DALAM PEMISAHAN LOGAM DARI BATUAN MINERAL PIRIT DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI THIOBACILLUS FEROOXIDANS DAN FUNGI ASPERGILLUS NIGER]]> Lena Marita / 142010004 Vitri Banimulyanti / 142010017 Dosen Pembimbing 1 Ronny Kurniawan, ST., MT. Ir. Suparman Juhanda., M.Eng Vitri Banimulyanti Penulis
Pirit (FeS2) merupakan salah satu dari jenis mineral sulfida yang umum dijumpai di alam. Banyak metode yang dapat digunakan untuk memisahkan kandungan logam yang terkandung di dalam pirit, baik pengolahan secara kimiawi, pengolahan secara biologi, maupun pengolahan secara fisika. Dalam pemisahan logam, pada umumnya menggunakan proses ekstraksi tetapi proses ini memiliki kelemahan, salah satunya adalah masalah pelarut yang digunakan. Pelarut yang digunakan biasanya harus sesuai dengan logam yang akan dipisahkan. Oleh karena itu, dilakukan alternatif dalam proses ini yaitu dengan melibatkan mikroorganisme yang dikenal dengan proses bioleaching. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mempelajari proses ekstraksi logam Fe, Zn, dan Al di dalam mineral pirit dengan menggunakan proses bioleaching, dan secara khusus bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan jenis mikroorganisme berdasarkan konsentrasi dan yield logam dari hasil ekstraksi mineral pirit dengan proses bioleaching serta untuk mengetahui pengaruh jenis mikroorganisme terhadap selektifitas logam-logam yang terekstraksi pada proses bioleaching dari mineral pirit. Parameter yang digunakan adalah volume mikroorganisme (20% dari total volume kerja), temperatur bioleaching (35°C), kecepatan pengadukan (70 rpm) dan waktu bioleaching (10, 20, dan 30 hari); jenis logam yang dianalisis yaitu Al, Zn, Fe; serta jenis mikroorganisme yang digunakan adalah bakteri Thiobacillus ferooxidans dan fungi Aspergillus niger. Analisis yang digunakan yaitu AAS dan ICP/MS. Dari hasil penelitian diketahui bahwa waktu bioleaching berpengaruh terhadap konsentrasi logam dalam rafinat. Semakin lama waktu bioleaching maka semakin besar konsentrasi logam dalam rafinat. Konsentrasi logam tertinggi di dalam rafinat diperoleh sebesar 759 ppm untuk logam Al pada proses bioleaching menggunakan bakteri Thiobacillus ferooxidans. Sedangkan perolehan (yield) logam yang tertinggi di dalam rafinat diperoleh sebesar 15,021% (gram/gram) untuk logam Zn pada proses bioleaching dengan menggunakan Thiobacillus ferooxidans. Bioleaching menggunakan bakteri Thiobacillus ferooxidans secara umum lebih baik untuk mengekstraksi logam Fe, Al,dan Zn.