// <![CDATA[PEMBUATAN ETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DENGAN FERMENTOR TANGKI BERPENGADUK SECARA SINAMBUNG]]> Andriarso / 142010008 Galih Manata / 142010030 Dosen Pembimbing 1 S. Juhanda, Ir., M.Eng Ronny Kurniawan, S.T., M.T
Nanas termasuk buah yang banyak digunakan pada beberapa industri olahan pangan. Pengolahan nanas tersebut akan menghasilkan limbah kulit nanas yang dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan kembali. Berdasarkan komposisinya, kulit nanas mengandung gula sederhana dan gula-gula kompleks seperti: pati dan selulosa yang dapat dipecah menjadi gula sederhana sehingga kulit nanas berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan etanol. Proses fermentasi pada penelitian ini dilakukan secara sinambung di dalam fermentor tangki berpengaduk dan memvariasi: waktu fermentasi (laju alir substrat) dan jumlah sel dengan terlebih dahulu dilakukan proses hidrolisis untuk mengkonversikan gula kompleks menjadi glukosa yang terkandung pada kulit nanas. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah proses hidrolisis kandungan glukosa dari kulit nanas meningkat dari 0,026 g/mL menjadi 0,23632 g/mL. Selain itu ditinjau dari konsentrasi dan yield etanol yang dihasilkan, kondisi terbaik untuk proses fermentasinya adalah pada waktu fermentasi 3 hari dengan laju 55,56 mL/jam dan jumlah ragi Saccharomyces cerevisiae 20% dari volume total volume kerja, dengan konsentrasi sebesar 5,37 %v/v, yield berat etanol terhadap glukosa awal sebesar, 22,57 %b/b dan yield berat etanol terhadap berat kulit nanas sebesar 16,29 %b/b