// <![CDATA[APLIKASI BIOLEACHING DALAM PEMISAHAN LOGAM NIKEL DARI BIJIH NIKEL BERKADAR RENDAH (OKSIDA) MENGGUNAKAN FUNGI ASPERGILLUS NIGER]]> Ayu Ratna Suminar / 142010035 Tutie Rachmawati / 142010045 Dosen Pembimbing 1 Ronny Kurniawan, S.T., M.T. Ir. S. Juhanda., M.Eng
Pengolahan bijih nikel di Indonesia yang saat ini di lakukan berupa proses hydrometallurgy dan pyrometalurgy. Pengolahan dengan cara tersebut membutuhkan biaya investasi yang tinggi dan biaya operasi yang mahal serta dampak lingkungan harus dikendalikan dengan ketat. Hingga saat ini teknologi yang efektif dan efisien serta ramah lingkungan masih terus diteliti. Salah satu alternatif teknologi pengolahan bijih nikel berkadar rendah adalah dengan bioleaching. Bioleaching adalah proses pelarutan logam dengan bantuan mikroorganisme. Mikroorganisme didalam proses bioleaching berperan untuk mengoksidasi mineral logam menjadi logam yang terlarut dan mengoksidasi mineral logam atau substrat menjadi asam organik yang berperan dalam penurunan pH (kondisi asam) sehingga akan mempercepat pelarutan logam. Bioleaching diaplikasikan salah satunya untuk memisahkan sutu logam dari mineral tertentu. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memisahkan nikel dari bijih nikel berkadar rendah (nikel oksida) dengan menggunakan proses bioleaching, dan secara khusus bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan rasio bijih nikel terhadap kadar logam nikel dan yield yang terekstraksi dari nikel yang berkadar rendah (nikel oksida). Parameter yang digunakan adalah temperatur bioleaching (37˚C), volume mikroorganisme (20% dari total volume kerja), dan ukuran partikel bijih nikel 30/40 mesh sedangkan variable yang digunakan adalah jenis mikroorganisme adalah fungi aspergillus niger, waktu bioleaching (15, 30, 45, dan 60 hari), rasio massa bijih nikel terhadap volume pelarut: 0,25gr/250ml ; 0,5gr/250ml ; 1gr/250ml. Dari hasil penelitian diketahui bahwa waktu bioleaching dan jumlah rasio berpengaruh terhadap konsentrasi logam dalam rafinat. Semakin lama waktu bioleaching dan semakin banyak bahan ekstraksi yang digunakan maka semakin besar konsentrasi logam didalam rafinat. Konsentrasi logam didalam rafinat yang tertinggi diperoleh sebesar 8,77 ppm, perolehan tertinggi % yield (massa didalam rafinat terhadap massa awal bijih yang digunakan) sebesar 0,22%(gram/gram), dan % yield (massa didalam rafinat terhadap massa bijih yang terekstraksi) adalah 9.87%(gram/gram) pada waktu ke 30 hari dengan rasio 1 g/L.