APLIKASI BIOLEACHING DALAM PEMISAHAN LOGAM NIKEL DARI BIJIH NIKEL BERKADAR RENDAH (OKSIDA) MENGGUNAKAN FUNGI ASPERGILLUS NIGER
Pengolahan bijih nikel di Indonesia yang saat ini di lakukan berupa proses
hydrometallurgy dan pyrometalurgy. Pengolahan dengan cara tersebut
membutuhkan biaya investasi yang tinggi dan biaya operasi yang mahal serta
dampak lingkungan harus dikendalikan dengan ketat. Hingga saat ini teknologi
yang efektif dan efisien serta ramah lingkungan masih terus diteliti. Salah satu
alternatif teknologi pengolahan bijih nikel berkadar rendah adalah dengan
bioleaching. Bioleaching adalah proses pelarutan logam dengan bantuan
mikroorganisme. Mikroorganisme didalam proses bioleaching berperan untuk
mengoksidasi mineral logam menjadi logam yang terlarut dan mengoksidasi
mineral logam atau substrat menjadi asam organik yang berperan dalam penurunan
pH (kondisi asam) sehingga akan mempercepat pelarutan logam. Bioleaching
diaplikasikan salah satunya untuk memisahkan sutu logam dari mineral tertentu.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memisahkan nikel dari bijih nikel
berkadar rendah (nikel oksida) dengan menggunakan proses bioleaching, dan
secara khusus bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan rasio bijih nikel
terhadap kadar logam nikel dan yield yang terekstraksi dari nikel yang berkadar
rendah (nikel oksida). Parameter yang digunakan adalah temperatur bioleaching
(37˚C), volume mikroorganisme (20% dari total volume kerja), dan ukuran partikel
bijih nikel 30/40 mesh sedangkan variable yang digunakan adalah jenis
mikroorganisme adalah fungi aspergillus niger, waktu bioleaching (15, 30, 45, dan
60 hari), rasio massa bijih nikel terhadap volume pelarut: 0,25gr/250ml ;
0,5gr/250ml ; 1gr/250ml. Dari hasil penelitian diketahui bahwa waktu bioleaching
dan jumlah rasio berpengaruh terhadap konsentrasi logam dalam rafinat. Semakin
lama waktu bioleaching dan semakin banyak bahan ekstraksi yang digunakan maka
semakin besar konsentrasi logam didalam rafinat. Konsentrasi logam didalam
rafinat yang tertinggi diperoleh sebesar 8,77 ppm, perolehan tertinggi % yield
(massa didalam rafinat terhadap massa awal bijih yang digunakan) sebesar
0,22%(gram/gram), dan % yield (massa didalam rafinat terhadap massa bijih yang
terekstraksi) adalah 9.87%(gram/gram) pada waktu ke 30 hari dengan rasio 1 g/L.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2015).APLIKASI BIOLEACHING DALAM PEMISAHAN LOGAM NIKEL DARI BIJIH NIKEL BERKADAR RENDAH (OKSIDA) MENGGUNAKAN FUNGI ASPERGILLUS NIGER ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.APLIKASI BIOLEACHING DALAM PEMISAHAN LOGAM NIKEL DARI BIJIH NIKEL BERKADAR RENDAH (OKSIDA) MENGGUNAKAN FUNGI ASPERGILLUS NIGER ().Teknik Kimia:FTI,2015.Text
MLA Style
.APLIKASI BIOLEACHING DALAM PEMISAHAN LOGAM NIKEL DARI BIJIH NIKEL BERKADAR RENDAH (OKSIDA) MENGGUNAKAN FUNGI ASPERGILLUS NIGER ().Teknik Kimia:FTI,2015.Text
Turabian Style
.APLIKASI BIOLEACHING DALAM PEMISAHAN LOGAM NIKEL DARI BIJIH NIKEL BERKADAR RENDAH (OKSIDA) MENGGUNAKAN FUNGI ASPERGILLUS NIGER ().Teknik Kimia:FTI,2015.Text