// <![CDATA[PENGERINGAN GABAH DAN JAGUNG SECARA KONTINYU DENGAN ALAT PENGERING ROTARY DRYER]]> Erna Fernanda 142011071 / Asep Yoga Lesmana / 142011081 Dosen Pembimbing 1 Ronny Kurniawan, S.T., M.T. Carlina Noersalim, Ir., M.T.
Gabah dan jagung merupakan hasil pertanian yang berbentuk butiran. Gabah dan jagung pada umumnya dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok dan produk olahan lainnya. Gabah dan jagung sebelum dimanfaatkan menjadi bahan makanan pokok dan beberapa produk olahan lainnya ada yang harus melewati proses pengeringan. Tujuan umum penelitian ini adalah mempelajari proses pengeringan gabah dan jagung dengan alat pengering rotary dryer dan tujuan khusus penelitian ini adalah mengetahui pengaruh temperatur dan laju alir udara pengering pada pengeringan hasil gabah dan jagung dengan menggunakan alat pengering rotary dryer berdasarkan penurunan kadar air, mengetahui dan membandingkan kurva karakteristik pengeringan gabah dan jagung, menentukan kondisi terbaik (suhu dan laju alir udara pengering) berdasarkan kadar air dan HRY (Head Rice Yield) untuk gabah serta berdasarkan kadar air untuk jagung. Hasil penelitian yang didapatkan untuk gabah dengan suhu 40 ˚C, 60 ˚C dan 80 ˚C, laju alir udara pengering 4 - 5 L/menit didapatkan kadar air 9,90% - 12,37% dan HRY sebesar 68% - 83%. Sedangkan untuk jagung dengan suhu 50 ˚C, 80 ˚C dan 100 ˚C, laju alir udara pengering 4 - 5 L/menit didapatkan kadar air sebesar 14,85% - 16,30%. Efisiensi alat pengering rotary dryer yang diperoleh pada pengeringan gabah 70% - 75%. Kondisi terbaik untuk pengeringan gabah adalah pada temperatur udara pengering 60 °C dan laju alir udara pengering 5 L/menit dengan kadar air 10,95% dan HRY 82,33%, sedangkan untuk jagung diperoleh pada temperatur udara pengering 100 °C dan laju alir udara pengering 5 L/menit dengan kadar air 14,85%.