// <![CDATA[STADION KAHURIPAN DAN ASRAMA ATLET KABUPATEN BANDUNG BARAT]]> AEP SAEPUDIN / 21.2007.074 Dosen Pembimbing 1 Erwin Yuniar, ST., MT. Ir. Juarni Anita, M.Eng.
Kabupaten Bandung Barat adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Bandung. Berdasarkan data, luas wilayah Kabupaten Bandung Barat yaitu 1.305,77 KM², terletak antara 60º 41’ s/d 70º 19’ lintang Selatan dan 107º 22’ s/d 108º 05’ Bujur Timur. Mempunyai rata-rata ketinggian 110 M dan Maksimum 2.2429 M dari permukaan laut, Kabupaten Bandung Barat terletak di Propinsi Jawa Barat yang di batasi oleh Barat Kabupaten Cianjur Timur Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi Utara Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang Selatan Kota Bandung Kabupaten Bandung Barat mewarisi sekitar 1.400.000 penduduk dari 42,9% wilayah lama Kabupaten Bandung. Pusat pemerintahan Kabupaten Bandung Barat berlokasi di Kecamatan Ngamprah Mengingat Indonesia sering terjadi gempa bumi, stadion ini dirancang agar dapat mengantisipasi bencana alam tersebut dengan kekuatan dari struktur tanah, struktur pondasi, struktur rangka tribun, dan struktur atap. Aspek struktur disini mendominasi bangunan stadion, namun tidak menutup keindahan bangunan, tampil pada bangunan structural. Struktur bangunan dimodifikasi sehingga membentuk suatu elemen yang dapat member nilai seni (estetika) pada stadion yang disinergikan dengan elemen elemen lain yang membentuk stadion menjadi lebih baik. Pemilihan tema didapat dari studi kasus diantaranya: Esplanade Outdood Theatre, Stadion Tenggarong Kutai Kartanegara, Alianz Arena, dan Birdnest Beijing Stadium. Sehingga didapat tema Sinergi Elemen Struktur Pembentuk Estetika. Sedangkan untuk judul didapat dari kata dasar tema yaitu Sinergi, Struktur, dan Estetika. Proses perancangan dimulai dari penjelasan tugas, penetapan batasan site. Kemudian studi lapangan (survey), studi literature, untuk mendapatkan data tapak yang berlaku, penyusunan program ruang untuk mendapatkan dimensi ruang yang dibutuhkan. Setelah data tapak dan program ruang didapat kemudian diturunkan terhadap desain skematik. Metoda yang digunakan adalah metoda analisis (studi lapangan, studi literature) sebagai dasar dari proses perancangan kemudian data yang didapat diterapkan pada desain.