// <![CDATA[PERANCANGAN ALAT UJI PUTARAN KRITIS PADA SYSTEM POROS ROTOR]]> ALI ATTAMIMI, MT Dosen Pembimbing 1 Fitra Muttaqin Rani / 12 – 2006 – 008 Penulis
Berbagai metode telah dikembangkan untuk kondisi mesin-mesin rotasi antara lain dengan melihat perilaku dinamik sistem tersebut. Perilaku dinamik ditentukan oleh parameter modus getar yaitu frekwensi pribadi, nisbah redaman dan bentuk modus getarnya. Berdasarkan data parameter dinamik elemen rotasi kegiatan untuk memprediksi dan mendiagnosis kerusakan yang akan terjadi pada elemen rotasi dapat dilakukan. Pada poros yang berputar pada kecepatan tertentu cenderung melengkung keluar dan berpusar dengan cara yang rumit (pusaran whirling) didefinisikan sebagai rotasi bidang yang dibuat oleh poros yang melengkung dari garis pusat (line of center) bantalan. Gejala ini disebabkan oleh berbagai alasan seperti massa yang tidak seimbang, redaman histerisis dalam poros, gaya giroskopik, gesekan fluida dalam bantalan dan lain-lain. Alat uji dapat beroperasi pada putaran dari 0 – 1800 rpm. Untuk mendapat putaran kritis. Alat uji ini dapat berfungsi dengan baik, serta dapat mengetahui putaran kritis akibat massa tak balans. Key word: “massa tak balans, putaran kritis, rotor”