// <![CDATA[PENGUJIAN KEKUATAN TARIK DAN KEKUATAN GESER BAN MOBIL BEKAS TIPE 195/65R15 91H]]> Ali Attamimi ST., MT Dosen Pembimbing 1 Marsono ST., MT Dosen Pembimbing 2 ANTHONY WIJAYA / 12-2006-044 Penulis
Di zaman sekarang ini seiring jumlah penduduk yang semakin padat, kebutuhan akan transportasi semakin meningkat yang menyebabkan peningkatan volume kendaraan baik milik pribadi maupun umum. Seiring peningkatan volume kendaraan tersebut, konsumsi ban pun semakin meningkat. Dari data BPS ( Badan Pusat Statistik) tahun 2009 hampir sekitar 10 juta kendaraan mobil penumpang yang ada di Indonesia. Dapat diprediksi sekitar 30 juta ban bekas dibuang di Indonesia hingga tahun ini. Belum lagi di negara-negara Eropa yang diperkirakan bisa lebih dari 200 juta ban mobil bekas tiap tahunnya dibuang percuma yang menghasilkan banyak limbah ban, namun ban mobil bekas ini ternyata bisa didaur ulang untuk menghasilkan bahan bakar alternatif. Salah satu proses pembuatan bahan bakar alternatif tersebut membutuhkan sobekan atau parutan ban bekas dengan alat perecah ban. Maka diperlukan besar kekutan tarik dan kekuatan geser ban untuk menyobek atau membuat serpihan ban tersebut menjadi bagian yang kecil dalam perancangan mesin perecah ban. Metoda pertama yang digunakan dengan membuat spesimen ban bekas untuk pengujian kekuatan tarik kapasitas 10.000 kg. Hasil yang didapat berupa σu, dengan mengetahui luas penampang spesimen tersebut besar beban yang diperlukan untuk mendeformasi plastis ban bekas dapat diketahui. Metoda kedua yang digunakan berupa pemotongan ban dengan alat cutting stell. Hasil yang didapat berupa beban pemotongan yang diperlukan untuk menyobek ban tersebut yang disebut sebagai kekuatan geser. Beban kekuatan tarik rata-rata diperoleh sebesar 500 kg dan 185 kg untuk kekuatan geser. Dari hasil tersebut digunakan untuk perancangan mesin pencacah ban.