// <![CDATA[RUMAH SAKIT KELAS B CIKALONG WETAN]]> Adhiatmaji Paramayudha Ahmad / 21 2007 090 Penulis Shirley W, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 Aswito Asmaningprodjo, Ir., Dosen Pembimbing 2
Rumah sakit sebagai sarana upaya perbaikan kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan sekaligus sebagai lembaga pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian, memiliki dampak positif dan negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Rumah sakit dalam menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan rawat jalan, rawat inap, pelayanan gawat darurat, pelayanan medik, dan pelayanan nonmedik menggunakan teknologi yang dapat memengaruhi lingkungan sekitarnya. Batasan rumah sakit adalah organisasi tenaga medis profesional yang terorganisasi serta sarana kedokteran yang permanen dalam menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan perawatan yang berkesinambungan, diagnosa, serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Sementara itu menurut Wolper dan Pena (1987), rumah sakit adalah tempat dimana orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran, perawat, dan berbagai profesi kesehatan lainnya diselenggarakan. Pengadaan rumah sakit sangat penting untuk sebuah kawasan. Terlebih pada kawasan yang padat penghuninya. Salah satu kawasan yang padat penghuninya dan sedang berkembang adalah kawasan Kabupaten Bandung Barat. Seperti halnya kawasan yang sedang berkembang, Kabupaten Bandung Barat memiliki beberapa kendala pada proses pengembangan sebuah daerah. Kendala yang masih dihadapi Kabupaten baru seperti Bandung Barat saatini antara lain masih terbatasnya sarana dan prasarana untuk kebutuhan masyarakat yaitu terlihat pada minimnya jumlah sarana perbankan, koperasi, dan sarana kesehatan. Selain itu, panjang jalan pun masih sedikit. Kendala tersebut menimbulkan ongkos cukup tinggi. Alokasi biaya sebagian besar harus diprioritaskan untuk membangun sarana dan prasarana sosial serta fisik, agar aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan publik meningkat. Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2007 mewarisi sekitar 1,4 juta penduduk atau lebih tepatnya 1.357.194 dengan kepadatan 1.114,74 jiwa/km2 dari 42,9% wilayah lama Kabupaten Bandung. Kapadatan penduduk suatu kabupaten ditentukan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi kelahiran, kematian dan perpidahan (migrasi). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rumah sakit adalah suatu tempat yang terorganisasi dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien, baik yang bersifat dasar. Selain itu rumah sakit juga dapat digunakan sebagai lembaga pendidikan bagi tenaga profesi kesehatan. Sesuai dengan batasan diatas, maka rumah sakit merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan yang memberikan pelayanan kuratif maupun preventif serta penyelenggaraan pelayanan rawat inap dan rawat jalan juga perawatan di rumah sakit. Disamping itu, rumah sakit juga berfungsi sebagai tempat pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian. Karena itu, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, rumah sakit harus bekerja sama dengan instansi lain di wilayahnya, baik instansi kesehatan maupun non kesehatan.