<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4243">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT UJI LELAH DENGAN KASUS BATANG KANTILEVER]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Junisar Cahyadi/122006006</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ALI ATTAMIMI,MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Mesin]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2013]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Patah yang dikenal dengan istilah patah lelah mula-mula ditemui pada gandar lokomotif uap yang tidak dapat diatasi dengan memperbesar ukuran gandar, padahal ukuran gandar sudah dirancang dengan kriteria kekuatan statik. Fenomena yg terjadi pada gandar lokomotif tersebut disebabkan oleh beban dinamis dan patah yang disebabkan oleh beban dinamis ini biasanya tidak disertai dengan tanda-tanda seperti retak makro sebelumnya. . Maka wohler (jerman) dan fairbaim (inggris) tahun 1860 melakukan penelitian mengenai kelelahan logam dengan pembebanan lentur untuk memperoleh harga kelelahan suatu material.
Oleh sebab itu maka orang mulai memikirkan umur suatu benda akibat beban dinamis. Sehingga penulis tertarik untuk merancang alat uji lelah dengan pengembangan untuk kasus batang kantilever. Perancangan kontruksi menggunakan kriteria statik dan mencari momen maksimum serta menentukan faktor keamanannya untuk masing-masing komponen. Penulis juga melakukan pengujian beban lentur dari bahan AISI 1045 dengan dua bentuk benda uji yaitu bentuk bertakik dan berlubang untuk mengetahui jumlah putaran akibat tegangan dinamis sampai benda uji tersebut patah, serta membandingkan hasilnya dengan perhitungan, penulis menggunakan dua bentuk benda uji agar mengetahui pengaruh kosentrasi tegangan terhadap kekutan lelah.</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[1102MS032013a]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4595" url="" path="/1102MS032013a.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT UJI LELAH DENGAN KASUS BATANG KANTILEVER]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[4243]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-25 08:40:59]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>