// <![CDATA[PENGARUH HEAT TREATMENT (QUENCHING) PADA BAJA AISI 1045 TERHADAP KEKUATAN LELAH]]> YULISTIANSAH / 122012020 Penulis Ali Attamimi, S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 1 Marsono, S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 2
Baja karbon banyak digunakan terutama untuk membuat alat-alat perkakas, alat-alat pertanian, komponen-komponen otomotif, kebutuhan rumah tangga. Aplikasi pemakaiannya, semua struktur logam akan terkena pengaruh gaya luar berupa tegangan sehingga menimbulakan deformasi atau perubahan bentuk Usaha menjaga agar logam lebih tahan gesekan atau tekanan adalah dengan cara perlakuan panas pada baja. Sehingga pada penelitian ini perlu di lakukan untuk menganalisis kekuatan kelelahan jenis baja 1045 dalam jumlah siklus atau putaran. Uji Kelelahan diterapkan pada media jenis AISI 1045 tanpa perlakuan panas dan quenching. Penelitian ini dilakukan dengan poros rotasi 2850 rpm dan dilanjutkan dengan variasi beban 40%, 50% dan 60% dari UTS material tanpa perlakuan panas. Spesimen yang digunakan sesuai JIS Z 2274 No.1 spesimen dibuat dengan mesin bubut. Uji Kelelahan menggunakan metode pengujian mesin bending rotary, perhitungan teoritik dan ANSYS. Dari hasil pengujian menggunakan mesin uji fatigue rotary bending pada spesmen tanpa perlakuan di dapatkan nilai siklus dengan beban 40% UTS sebesar 292400 siklus, dengan beban 50% UTS sebesar 48600 siklus, dengan beban 60% UTS sebesar 12900 siklus dan pada spesimen yang di quenching di dapatkan nilai siklus dengan beban 40% UTS sebesar 1011500 siklus, dengan beban 50% UTS sebesar 148200 siklus, dengan beban 60% UTS sebesar 37300 siklus dan hasil perhitungan teoritik di peroleh Nilai ketahanan lelah AISI 1045 tanpa perlakuan dengan beban 40% UTS sebesar 315438.832 siklus, dengan beban 50% UTS sebesar 58262.557 siklus, dengan beban 60% UTS sebesar 14432.730 siklus dan pada specimen yang di quenching di dapatkan nilai siklus dengan beban 40% UTS sebesar 1037726 siklus, dengan beban 50% UTS sebesar 183535 siklus, dengan beban 60% UTS sebesar 43864.5 siklus. Dan hasil ANSYS pada spesimen tanpa perlakuan dengan beban 40% UTS sebesar 45659 siklus, dengan beban 50% UTS sebesar 21150 siklus, dengan beban 60% UTS sebesar 11640 siklus. Dari hasil pengujian dan perhitungan di dapatkan nilai ketahanan lelah spesimen yang di quenching lebih baik dibandingkan dengan AISI 1045 tanpa perlakuan panas.Hal ini di sebabkan karena variasi beban yang digunakan hanya mengacu pada nilai UTS material tanpa perlakuan panas. Kata kunci: Fatik, Heat Treatment, Siklus