// <![CDATA[DESAIN DAN ANALISIS INSTALASI PIPA BAWAH LAUT DENGAN METODE S-LAY]]> Hadi Muhammad Fahmi / 122009077 Dosen Pembimbing 1 Ahmad Taufik, Ph.D. Dani Rusirawan, Ph.D.
Plastik ber-aluminium foil (Al-Pe) yang digunakan untuk kemasan makanan adalah sebuah limbah yang belum begitu dimanfaatkan secara maksimal di Indonesia. Padahal jumlah kapasitas Al-Pe pada bekas kemasan-kemasan makanan disetiap tahunnya di Indonesia sangat melimpah. Limbah Al-Pe sangat potensial digunakan sebagai matriks bahan baru pada komposit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat komposit profil C yang terbuat dari limbah Al-Pe dan Pe sebagai matriks dan wiremesh dan baja beton sebagai seratnya. Pembuatan komposit profil C ini diawali dengan pencacahan Al-Pe dan Pe dengan perbandingan 3 : 1 (3 untuk Al-Pe dan 1 untuk Pe). Proses pembuatan komposit profil C dilakukan dengan metode penggepresan panas pada suhu 2000C - 2500C selama 30 menit. Pengujian karakteristik yang dilakukan adalah untuk mengetahui kekuatan tarik, bending, metoda penyambungan dan metoda pemotongan. Hasil penelitian uji tarik menggunakan serat wiremesh M5 menunjukkan σmax= 0,92 kg/mm2 dan serat wiremesh M10 menunjukkan σmax= 0,98 kg/mm2. Penggunaan serat baja beton Ø2,5 mm menunjukkan σmax= 0,5 kg/mm2 dan serat baja beton Ø6 mm menunjukkan σmax= 0,61 kg/mm2. Hasil uji bending menggunakan serat wiremesh M5 menunjukkan σf = 5,4 kg/mm2 dan serat wiremesh M10 menunjukkan σf = 5,4 kg/mm2. Penggunaan serat baja beton Ø2,5 mm menunjukkan σf = 8,4 kg/mm2 dan serat baja beton Ø6 mm menunjukkan σf = 17,7 kg/mm2. Metoda penyambungan yang baik untuk komposit profil C menggunakan sekrup atau baut sebagai pengikat sedangkan untuk metoda pemotongan menggunakan gerinda potong lebih baik dengan hasil pemotongan yang rapih dan waktu pemotongan yang lebih efisien