// <![CDATA[ANALISIS EKSPANSI TERMAL PADA PIPA GAS BAWAH LAUT]]> Dani Rusirawan, Ph.D. Dosen Pembimbing 1 Ahmad Taufik, Ph.D Dosen Pembimbing 2 Prima Megantara / 12-2009-040 Penulis
Distribusi minyak dan gas di lepas pantai dapat dilakukan dengan cara membuat sistem perpipaan di bawah laut. Sistem perpipaan di bawah laut dapat mengalami kegagalan yang diakibatkan oleh berat pipa dan isinya melebihi batas tegangan izin materialnya, perpindahan pipa akibat ekspansi termal, beban dinamik, dan lain-lain. Untuk menghindari hal di atas, perancangan sistem perpipaan yang optimal perlu dilakukan dengan melakukan analisis terhadap parameter-parameter berikut: tebal dinding pipa, kestabilan pipa di dasar laut, bentangan bebas pipa, dan ekspansi termal. Evaluasi ekspansi termal dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak CAESAR II. Berbagai jenis pembebanan harus diidentifikasi untuk dapat menentukan tebal pipa dan bentang bebas pipa. Pelapisan concrete juga harus dilakukan untuk menambah kestabilan pipa. Diameter luar pipa yang digunakan sebagai parameter dalam studi ini adalah 355,6 mm. Dari hasil evaluasi dan analisis diperoleh tebal dinding pipa adalah 14,3 mm, penambahan lapisan concrete 45 mm, dan jarak maksimum bentang bebas pipa adalah 12,9 m. Sementara itu, berdasarkan analisis ekspansi termal diperoleh tegangan total maksimum 206 MPa dan perpindahan pipa maksimum 0,28711 m, dan berdasarkan kode – standar yang berlaku, dapat dikatakan bahwa kondisi ini aman (tegangan maksimum < 90% SMYS dan perpindahan yang diizinkan < 1 m). Kata kunci: ketebalan pipa, kestabilan pipa, bentang bebas pipa, perpindahan pipa