// <![CDATA[STADION SEPAKBOLA KERTA RAHARJA]]> Diece Aghnia Faza / 21.2008.037 Dosen Pembimbing 1
Kabupaten Bandung Barat adalah sebuah kabupaten baru yang dihasilkan dari pemekaran wilayah Kabupaten Bandung, diresmikan pada tahun 2007. Sebagai sebuah kabupaten selayaknya memiliki fasilitas publik yang memadai untuk masyarakatnya, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus melakukan pembangunan di wilayahnya. Salah satu fasilitas publik yang harus dimiliki oleh sebuah kota/kabupaten adalah sarana olahraga sedangkan Kabupaten Bandung Barat belum memiliki sarana olahraga sama sekali, hal inilah yang menjadi latar belakang utama dibuatnya proyek sarana olahraga dengan judul “Stadion Sepakbola Kerta Raharja” yang dilengkapi pula dengan bangunan asrama atlet. “Stadion Sepakbola Kerta Raharja” adalah bangunan yang berfungsi sebagai lapangan olahraga (sepakbola) yang dikelilingi tempat duduk dan berada di luar ruangan yang berlokasi di Kab. Bandung Barat. Latar belakang tersebut menjadikan tujuan utama proyek adalah tujuan fungsional. Stadion dibangun difungsikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kab. Bandung Barat akan sebuah sarana olahraga yang dapat berfungsi optimal. Selain tujuan fungsional, pembangunan proyek ini juga bertujuan untuk menjadi ciri khas Kab. Bandung Barat dan sebagai fasilitas umum yang turut membangun minat olahraga serta membentuk karakter sportif di lingkup masyarakat Kab. Bandung Barat. Adapun misi dari proyek ini adalah menjadi ciri khas dan daya tarik kota, serta sebagai motivator bagi masyarakat Kab. Bandung Barat untuk meningkatkan prestasi di bidang olahraga, khususnya sepakbola. Tema yang diusung pada proyek “Stadion Sepakbola Kab. Bandung Barat” ini adalah “struktur sebagai elemen estetika dan identitas”. Struktur merupakan elemen kekokohan pada suatu bangunan, sedangkan estetika merupakan suatu ekspresi keindahan, maksud dari tema yang diterapkan adalah bahwa struktur tidak hanya menjadi elemen kekokohan bangunan yang dibangun sesuai dengan persyaratan, tapi juga berfungsi sebagai bagian dominan pada bangunan yang menjadi daya tarik. Selain tema estetika struktur, bentuk bagian dominan dari stadion merupakan adaptasi dari saling silangnya bambu sebagai ikon Jawa Barat. Metoda penentuan bentuk stadion didapat dari analisis “dalam ke luar”. Proses perancangan diawali dengan analisis kebutuhan ruang, aktivitas, persyaratan stadion dan penerapan tema, kemudian didapatkan bentuk akhir yang direfleksikan pada tema secara structural dan arsitektural. Kata Kunci : Stadion, Struktur & Estetika, Fungsional, Bambu, Kab. Bandung Barat